Home / Berita Banjar / UMK Banjar Naik 8,7 Persen

UMK Banjar Naik 8,7 Persen

     Pemerintah Kota Banjar menetapkan besaran upah minimum kota (UMK) tahun 2018 sebesar Rp 1.562.730 atau naik 8,7 persen dari tahun sebelumnya yaitu sebesar Rp 1.437.522. Itu diungkapkan Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Banjar Ruswa Sumarna usai Rapat Koordinasi Tripartit di aula Rapat I Setda Kota Banjar, 07 November 2017.
    Penetapan UMK tersebut mengacu pada Pasal 89 (3) Undang-Undang Nomor 14 tahun 2003. “UMK Banjar di atas UMP (upah minimum provinsi). Kalau di atas UMP boleh, yang tidak boleh itu di bawah UMP. Sekarang tinggal menunggu ditandatangani oleh Wali Kota,” ujanya.
       Dia menjelaskan penetapan UMK juga ditentukan berdasarkan inflasi dan laju pertumbuhan ekonomi di Kota Banjar. Pihaknya berharap perusahaan sepakat dengan penentuan UMK tersebut. Jika perusahaan tidak mengindahkan penetapan besaran UMK itu, kata dia, maka pihaknya akan memberikan teguran, baik lisan maupun tertulis. Dan jika tetap tidak dilaksanakan akan ditindak sesuai peraturan ketenaga kerjaan.
  Ketua Tripatrit sekaligus Wali Kota Banjar Hj Ade Uu Sukaesih mengatakan permasalahan ketenagakerjaan saat ini adalah upah. Hal ini seiring dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat sehingga upah pun harus ikut naik. “Hj Ade Uu Sukaesih sedang berpikir bagaimana cara meningkatkan daya beli masyarakat Kota Banjar,” ungkapnya.
          
Sumber        : Bagian Humas Setda Kota Banjar
Diunggah     : Bidang Informatika Diskominfo Kota Banjar, 2017

About admin

Check Also

Raih Penghargaan WTN 2016, Banjar dapat Kendaraan Operasional dari Pemprov Jabar

    Karena berhasil dalam Pembangunan Lalulintas dan Angkutan Jalan, Kota Banjar raih Penghargaan Wahana …

Menkominfo: Jangan Dewakan Teknologi, Jadikan Enabler!

      Jakarta, Kominfo – Lingkungan yang sering berubah dengan sangat cepat dan disruptif …

Tinggalkan Balasan