Home / Berita Banjar / Tiga pasien RSUD Banjar diduga suspect difteri

Tiga pasien RSUD Banjar diduga suspect difteri

   Tiga pasien RSUD Banjar diduga suspek penyakit mematikan yang disebabkan bakteri Corynebacterium Diptheriae (Difteri). Dari tiga pasien ini, seorang pasien sudah pulang dan dua pasen menjalani rawat inap sampai sekarang ini.
   Demikian dikatakan Wakil Direktur Pelayanan RSUD Banjar, dr.H.Nono Gunadi didampingi Kasubag Humas RSUD Banjar, Hj.Muntiati Sri Handayani dan dokter jaga IGD RSUD Banjar, dr.Aneu Mulyani, Rabu, 10 Januari 2018.
   “Ketiga pasen ini masih suspect. Belum dinyatakan positif penyakit difteri. Virus penyakit ini menyerang sampai jantung dan paru-paru, otomatis penderitanya berpotensi mengakibatkan sampai kematian ,” kata dr. H. Nono.
    Dijelaskan Kasubag Humas RSUD Banjar Hj.Muntiati, ketiga pasen suspect itu warga Banjar. Pasien yang sudah pulang WA., kemudian, Ny.TA (43) warga Pintu Singa, Kelurahan/Kec Banjar masih diruang isolasi IGD RSU Banjar.
“Pasien TH (15) warga Kelurahan Hegarsari, Kec. Pataruman menjalani rawat inap di ruangan Rafflesia. Sebelum terjangkit, TH berangkat ke Tangerang. Masuk RSUD Banjar mulai 4 Januari 2018 lalu,” ucap Hj. Muntiati.
Menurutnya, seseorang positif difteri atau tidaknya, divonis dari hasil pemeriksaan swab tenggorokan. “Kasus ini sudah dilaporkan ke Dinas Kesehatan Banjar. Proses swab tak bisa dilakukan di RSUD Banjar, tetapi diharuskan ke Bandung,” tuturnya seraya menjelaskan, pasien suspect difteri yang dirawat di RSUD Banjar selama ini merupakan pasen rujukan dari RS Mitra Idaman Banjar.
    Dokter jaga IGD RSUD Banjar, dr.Aneu Mulyani, mengatakan, penularan difteri yang paling umum itu terhirup percikan ludah penderita di udara saat penderita bersin atau batuk. “Masa inkubasi atau rentang waktu sejak bakteri masuk ke tubuh sampai gejala muncul selama tujuh hari,” katanya.
    Adapun gejala-gejala penyakit itu, dikatakan dia, demam menggigil, sakit tenggorokan, suara serak, sulit bernapas, pembengkakan kelenjar leher, pilek, adanya lapisan tipis berwarna abu-abu yang menutupi tenggorokan. “ Selaput lendir itu, lama-kelamaan menjadi kental dan terkadang bercampur darah. Jika dicolek mengeluarkan darah,” ujarnya.
 
Sumber        : Bagian Humas Setda Kota Banjar
Diunggah     : Bidang Informatika Diskominfo Kota Banjar, 2018

About kominfo banjar

Check Also

Wali Kota Banjar raih Satya Lencana Pembangunan

   Melalui berbagai inovasi dan pengembangan Program KB di Kota Banjar, Wali Kota Banjar, Dr. …

Kondusivitas dan Persaudaraan Harus Dijaga

   Wali Kota Banjar, DR. Hj. Ade Uu Sukaesih, M.Si, mengajak masyarakat tetap menjaga kondusivitas …