Home / Berita Banjar / Santri Harus Gunakan Medsos Untuk Dakwah

Santri Harus Gunakan Medsos Untuk Dakwah

   Hari Santri Nasional (HSN) Tingkat Kota Banjar diperingati dan dipusatkan di lingkungan Pusdai Kota Banjar, Minggu (22/10/2017). Rangkaian momen HSN ke-2 digelar aneka kegiatan yanng melibatkan santri dan santriwati Kota Banjar.
    “Dimeriahkan dengan menggelar Pildacil dan kaligrafi antara santri dan pelajar sekolah di lingkungan Ponpes Miftahul Ikhsan di Kelurahan Situbatu. Alhamdullilah, direspon positif dan terbukti banyaknya peserta yang hadir,” ujar Pimpinan Ponpes Miftahul Ikhsan di Kelurahan Situbatu, Kec Banjar, H.Ikhsan, Minggu (22/10/2017).
    Menurut dia, perlombaan yang dilaksanakan pada momen HSN itu sebagai ajang pembentukan karakter. “Sebenarnya, kegiatan belajar rutin sehari-hari para santri itu membentuk karakter supaya berakhlakulkarimah,”ujar H.Ikhsan.
     Ketua Forum Pondok Pesantren Kota Banjar, H.Badar Ismail, mengatakan, wajah pesantren itu wajah Indonesia. Menurutnya, jumlah ponpes di Kota Banjar sekarang ini tercatat 44 ponpes. “Santri dan santriwatinya berkisar 10 ribuan orang. Ada yang banyak, ada juga yang sedikit di ponpes di Kota Banjar selama ini,”ujar H.Badar, seusai menghadiri upacara Hari Santri Nasional di area parkir Pusdai Banjar.
      Sebelum mengikuti upacara, para santri berkemah di sekitar di Pusdai Kota Banjar.
     Kepala Bagian Kesejahteraan Sosial Setda Banjar yang ditugaskan Wali Kota Banjar menjadi Inspektur Upacara Hari Santri Nasional Tingkat Kota Banjar, H.Kaswad, menegaskan, santri itu keren. Diperingatinya HSN ini merupakan bagian dari rangkaian resolusi jihad. Ponpes dinilai mampu melakukan penguatan paham keagamaan dan santri itu masa depan bangsa Indonesia. “Santri bersatu, NKRI kuat. Kami berharap santri mampu menggunakan medsos untuk berdakwah, bukan dijadikan untuk menyerkan fitnah atau hoax ,”ujar H.Kaswad.
    Ketua MUI Kota Banjar, H.Muhktar Gozali dan Ketua FPI Kota Banjar, ustad Asep Samurai, berkeyakinan santri sekarang ini sudah kekinian, tidak akan ketinggalan jaman lagi. Menurutnya, tidak ada lagi istilah santri “budug”, santri ketinggalan. Dari pendidikan karakter,  yang melek informasi dan teknologi di ponpes selama ini, dipastikan para santri mampu bersaing di dunia luar. “Saat ini banyak santri yang berhasil menjadi pejabat, kepala daerah dan duduk di legislatif. Mudah-mudahan saja, di masa mendatang ada santri yang berhasil menjadi presiden atau wakil presiden,” ujar H.Mukhtar Gozali.
Sumber        : Bagian Humas Setda Kota Banjar
Diunggah     : Bidang Informatika Diskominfo Kota Banjar, 2017

About admin

Check Also

Raih Penghargaan WTN 2016, Banjar dapat Kendaraan Operasional dari Pemprov Jabar

    Karena berhasil dalam Pembangunan Lalulintas dan Angkutan Jalan, Kota Banjar raih Penghargaan Wahana …

Menkominfo: Jangan Dewakan Teknologi, Jadikan Enabler!

      Jakarta, Kominfo – Lingkungan yang sering berubah dengan sangat cepat dan disruptif …