Home / Berita Nasional / Menkominfo : Rasio Tenaga Kerja TIK Masih Jadi Tantangan Indonesia

Menkominfo : Rasio Tenaga Kerja TIK Masih Jadi Tantangan Indonesia

190-menkominfo-rasio-tik     Jakarta, Kominfo – Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menyatakan sebagai enabler pertumbuhan ekonomi dan transformasi sosial, rasio tenaga kerja di bidang TIK profesional terhadap jumlah populasi masih menjadi tantangan bagi Indonesia.

     “Kalau kita lihat perkembangan TIK yang luar biasa saat ini, sebetulnya Indonesia masih jauh tertinggal. Dari sisi jumlah profesi kita banyak yang jago, tapi secara rasio terhadap jumlah populasi, kita mungkin yang paling rendah barangkali di ASEAN,” katanya dalam Peluncuran Peta Okupasi Nasional Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi Indonesia Tahun 2017 di Ruang Anantakupa, Gedung Kementerian Kominfo, Jakarta, Kamis (27/07/2017).

     Lebih lanjut, Menteri Kominfo menyebutkan beberapa hal detil dari fakta yang terjadi pada beberapa perusahaan berbasis TIK.  “Dari sisi profesi, bisnis digital ekonomi kita ini kekurangan pasokan sumberdaya manusia, talent, engineer. Lihat yang sudah besar, Gojek, Tokopedia, yang sudah unicorn, mereka harus lari ke India,” kata Rudiantara.

     Jika ingin menyewa talent dari luar, lanjut Menteri Rudiantara, mau tidak mau ada dua opsi, yaitu outsource ke India dengan membayar orang India lalu perusahaannya dijalankan di sana, atau orang Indianya yang dibawa ke sini. “Saya katakan India yang harus ke sini. Harus kita yang memenangkan bangsa kita,” tegasnya.

    Menurut Menteri Kominfo, peluncuran peta okupasi nasional merupakan langkah awal dalam peningkatan SDM Indonesia di bidang TIK. “Peluncuran Peta Okupasi Sumberdaya Manusia ini adalah langkah awal, saya apresiasi kerjasama teman-teman semua yang menghasilkan peta ini. At least kita punya peta, jadi kita mau melangkah ke mana, fokus di mana, jadi lebih tahu,” katanya.

    Kepala Badan Litbang SDM Kementerian Kominfo Basuki Yusuf Iskandar berharap peta itu dapat dimanfaatkan oleh lima institusi, yaitu BAPPENAS, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), Kamar Dagang dan Industri (KADIN), serta Kemkominfo sendiri.

    Peta Okupasi Bidang TIK 2017 terdiri dari 125 okupasi di 14 area kunci yang dapat menjadi acuan bagi pemangku kepentingan baik di bidang industri, pendidikan, pemerintah, dan masyarakat. “Peta Okupasi Nasional ini diharapkan dapat membantu para pemangku kepentingan. Di bidang industri, peta ini dapat menjadi acuan baku kualifikasi dan kompetensi SDM bagi profesi atau jabatan tertentu,” jelas Basuki.

    Khusus di bidang pendidikan, peta itu menurut Kepala Badan Litbang SDM dapat digunakan sebagai acuan dalam proses pencapaian pembelajaran bagi siswa maupun tenaga pengajar. “Sedangkan untuk pemerintah, menjadi acuan penyetaraan okupasi antara negara dalam rangka pergerakan tenaga kerja asing dan antar negara,” jelasnya.

  Turut hadir dalam peresmian tersebut Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kemenakertrans, Deputi Menteri PPN Bidang Kependudukan dan Ketenagakerjaan, Wakil Ketua Umum KADIN Bidang Ketenagakerjaan dan Hubungan Industrial, serta Ketua Badan Nasional Sertifikasi Profesi.

Sumber     : kominfo.go.id

Diunggah  : Bidang Informatika Diskominfo Kota Banjar, 2017

About admin

Check Also

Kota Peduli Hukum dan HAM

   Puncak peringatan ke-69 Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Sedunia diadakan di The Sunan Hotel, …

Presiden Jokowi Ingin Tata Kelola APBN Disederhanakan

    Presiden Joko Widodo hari ini, Rabu, 6 Desember 2017, menyerahkan Daftar Isian Pelaksanaan …