Home / Berita Banjar / Informasi Kegiatan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Banjar (4)

Informasi Kegiatan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Banjar (4)

Kegiatan

:
Pengembangan Jaringan irigasi Tingkat Usaha Tani ( JITUT ) / Jaringan Irigasi Desa
 ( JIDES ) / Jalan Usaha Tani ( JUT )
Foto :           
Uraian Informasi :        Air merupakan salah satu faktor penentu (determinan) dalam proses produksi pertanian. Oleh karena itu investasi irigasi menjadi sangat penting dan strategis dalam rangka penyediaan air untuk pertanian. Pemberian air irigasi dari hulu (upstream) sampai dengan hilir (downstream) memerlukan sarana dan prasarana irigasi yang memadai. Sarana dan prasarana tersebut dapat berupa : bendungan, bendung, saluran primer dan sekunder, box bagi, bangunan-bangunan  ukur, dan saluran tersier serta saluran tingkat usaha tani (JITUT). Terganggunya atau rusaknya salah satu bangunan-bangunan irigasi akan mempengaruhi kinerja sistem yang ada. Apabila kondisi ini dibiarkan terus dan tidak segera diatasi, maka akan berdampak terhadap penurunan produksi pertanian yang diharapkan. Untuk mewujudkan percepatan pembangunan Kota Banjar menuju Banjar Kota Agropolitan, pengembangan prasarana dan sarana pertanian perlu mendapat dukungan dari semua pihak, untuk itu kami melaksanakan Program Peningkatan Ketahanan Pangan di Kota Banjar pada Tahun Anggaran 2017 terutama dalam Kegiatan Pengembangan Jaringan Irigasi Tingkat Usaha Tani (JITUT) di Desa Kujangsari Kecamatan Langensari.    Maksud kegiatan Pengembangan Jaringan Irigasi Tingkat Usaha Tani (JITUT) adalah meningkatkan kinerja Jaringan Irigasi Tingkat Usaha Tani (JITUT) sehingga dapat meningkatkan fungsi layanan irigasi. Adapun tujuannya adalah :

  • Meningkatkan produksi dan produktivitas padi melalui penambahan luas layanan jaringan irigasi.
  • Meningkatkan peran serta petani dalam pemeliharaan jaringan irigasi.

Target atau sasarannya adalah :

  • Terehabilitasinya Jaringan Irigasi Tingkat Usaha Tani (JITUT) Wilayah Daerah Irigasi Desa Kujangsari Kecamatan Langensari, sehingga dapat meningkatkan produksi dan produktivitas hasil pertanian.
  • Terbangunnya rasa memiliki petani terhadap jaringan irigasi.

a. Ruang lingkup/batasan lingkup pengadaan pekerjaan konstruksi adalah Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tingkat Usaha Tani (JITUT) Daerah Irigasi Desa Kujangsari Kecamatan Langensari.b. Lokasi Pekerjaan konstruksi/pekerjaan konstruksi yang akan dilaksanakan adalah di Wilayah Daerah Irigasi Desa Kujangsari Kecamatan Langensari.c.  Fasilitasi penunjang yang disediakan oleh PA/KPA/PPK.Jangka waktu pelaksanaan konstruksi selama 90 hari kalender terhitung sejak tanggal ditetapkann.Tenaga ahli yang diperlukan untuk melaksanakan pengadaan pekerjaan konstruksi.Spesifikasi teknis pekerjaan konstruksi, meliputi :

  • Ketentuan penggunaan bahan/material yang diperlukan :

–  Bahan yang digunakan adalah sebagai berikut : Air, pasir urug, pasir pasang kali/gunung, pasir beton, batu kali/belah, kerikil/koral/agregat, beton, portland cement (PC 50 kg/zak), kayu papan bekisting kelas 3 (albasia), besi beton, kawat beton/bendrat, paku biasa, kawat bronjong, minyak bekisting.

  • Ketentuan penggunaan peralatan yang diperlukan :

– Peralatan sederhana seperti pemadat timbunan (vibro roller kecil/stamper), palu/godam pemecah batu, molen, gunting pemotong baja, kunci pembelok tulangan, gergaji, pahat beton.

  • Ketentuan penggunaan tenaga kerja :

–  Tenaga kerja yang mengerjakan teknis konstruksi dari penyedia jasa dan merekrut tenaga kerja warga sekitar untuk pekerjaan ringan.

  • Metode kerja/prosedur pelaksanaan pekerjaan :

–  Sesuai dengan Surat Perintah Kerja (SPK).

  • Ketentuan gambar kerja :

–  Sesuai dengan rancangan teknis perencanaan.

  • Ketentuan perhitungan prestasi pekerjaan untuk pembayaran :

–  Mengikuti prosedur dari satker SKPD.

  • Ketentuan pembuatan laporan dan dokumentasi :

–  Dilaksanakan oleh pihak pelaksaan pekerjaan dan petugas pengawasan pekerjaan.

  • Ketentuan mengenai penerapan manajemen K3 Konstruksi (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) :

–  Diharapkan pihak pelaksana pekerjaan menjamin keselamatan pekerjanya pada JAMSOSTEK.

Sumber :

Bidang Pertanian

 

Kegiatan

: BOP Penyuluh Pertanian dan Perikanan
Foto :               
Uraian Informasi
:
        Pembangunan pertanian diharapkan dapat memberikan kontribusi yang lebih besar dalam rangka menjadikan pertanian sebagai tumpuan kekuatan perekonomian  nasional . Guna mewujudkan target utama pembangunan pertanian tersebut diperlukan pelaku utama dan pelaku usaha pertanian yang berkualitas, andal, dan berkemampuan manajerial, serta memiliki jiwa kewirausahaan dan organisasi bisnis, sehingga mampu membangun usaha tani yang berdaya saing dan berkelanjutan. Sejalan dengan itu Kementerian Pertanian telah berupaya meningkatkan jumlah penyuluh melalui penerapan kebijakan satu desa satu penyuluh dengan merekrut Tenaga Harian Lepas untuk meningkatkan produktivitas, efektivitas dan efisiensi melalui pemberian Biaya Operasional Penyuluh untuk melakukan kunjungan, pembinaan di wilayah masing-masing.
        Adapun maksud dari Kegiatan Biaya Operasional Penyuluh Pertanian dan Perikanan adalah :
1.     Menciptakan mekanisme kerja penyuluh yang efektif dan efisien
2.     Menyediakan dukungan biaya penyelenggaraan penyuluhan
3.  Menyelenggarakan kegiatan-kegiatan penyuluhan yang terkoordinasi, terintegrasi dan sinergik antara pusat dan daerah.
       Tujuan yang ingin dicapai adalah :
1.     Meningkatkan motivasi kerja penyuluh pertanian dalam melaksanakan kegiatan penyuluhan
2.     Meningkatkan mobilisasi penyuluh pertanian dalam  melaksanakan tugas dan fungsinya.
     Sasaran kegiatan Biaya Operasional Penyuluh Pertanian dan Perikanan adalah Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Pertanian dan Perikanan di Kota Banjar dengan syarat sebagai berikut :
1.     Penyuluh Pertanian PNS yang telah diangkat menjadi pejabat fungsional.
2.     Bertugas dan melakukan pembinaan pertanian dan perikanan di wilayah kerjanya.
3.     Tidak ditugaskan dalam jabatan struktural.
      Indikator kinerja yang digunakan untuk mengukur keberhasilan Kegiatan Biaya Operasional Penyuluh Pertanian Dan Perikanan antara lain :
Output :
1. Meningkatnya motivasi kerja penyuluh pertanian dan perikanan dalam rangka melaksanakan penyuluhan.
2. Meningkatnya mobilisasi penyuluh pertanian dalam melaksanakan tugas dan fungsinya
Outcome :
1.  Meningkatkan kinerja Penyuluh Pertanian dan Perikanan
2.  Kegiatan penyuluhan berjalan efektif dan efisien
–        Indikator Impact :
1.   Meningkatnya produktifitas, efektivitas dan efisiensi penyuluhan
2.  Memfasilitasi penyuluhan dalam melaksanakan kunjungan /pembinaan/pendampingan di wilayah kerja PPL
   Kegiatan Biaya Operasional Penyuluh Pertanian dan Perikanan digunakan untuk biaya operasional penyuluh sesuai dengan RKT Penyuluh yang merupakan penjabaran dan program penyuluhan pertanian.
     Materi / bahan  yang akan disampaikan pada kegiatan Biaya Operasional Penyuluh Pertanian ini adalah :
1.  Materi penyuluhan
2.  Alat peraga penyuluhan
3.  Transportasi pelaksanaan kegiatan supervisi/penyuluhan/konsultasi dan koordinasi
4.  Pembuatan bahan pelatihan
Sumber :

UPTD Penyuluhan.

 

Kegiatan
:
Pengembangan Jaringan Irigasi Tingkat Usaha Tani di Kota Banjar
Foto
:
       
Uraian Informasi
:
      Air merupakan salah satu faktor penentu (determinan) dalam proses produksi pertanian. Oleh karena itu investasi irigasi menjadi sangat penting dan strategis dalam rangka penyediaan air untuk pertanian. Pemberian air irigasi dari hulu (upstream) sampai dengan hilir (downstream) memerlukan sarana dan prasarana irigasi yang memadai. Sarana dan prasarana tersebut dapat berupa : bendungan, bendung, saluran primer dan sekunder, box bagi, bangunan-bangunan  ukur, dan saluran tersier serta saluran tingkat usaha tani (JITUT). Terganggunya atau rusaknya salah satu bangunan-bangunan irigasi akan mempengaruhi kinerja sistem yang ada. Apabila kondisi ini dibiarkan terus dan tidak segera diatasi, maka akan berdampak terhadap penurunan produksi pertanian yang diharapkan. Untuk mewujudkan percepatan pembangunan Kota Banjar menuju Banjar Kota Agropolitan, pengembangan prasarana dan sarana pertanian perlu mendapat dukungan dari semua pihak, untuk itu kami melaksanakan Program Peningkatan Ketahanan Pangan di Kota Banjar pada Tahun Anggaran 2017 terutama dalam Kegiatan Pengembangan Jaringan Irigasi Tingkat Usaha Tani (JITUT) di Desa Kujangsari Kecamatan Langensari.
    Maksud kegiatan Pengembangan Jaringan Irigasi Tingkat Usaha Tani (JITUT) adalah meningkatkan kinerja Jaringan Irigasi Tingkat Usaha Tani (JITUT) sehingga dapat meningkatkan fungsi layanan irigasi. Adapun tujuannya adalah :
  • Meningkatkan produksi dan produktivitas padi melalui penambahan luas layanan jaringan irigasi.
  • Meningkatkan peran serta petani dalam pemeliharaan jaringan irigasi.
  • Target atau sasarannya adalah :
  • Terehabilitasinya jaringan irigasi tingkat usaha tani (JITUT) Wilayah Daerah Irigasi Desa Kujangsari Kecamatan Langensari, sehingga dapat meningkatkan produksi dan produktivitas hasil pertanian.
  • Terbangunnya rasa memiliki petani terhadap jaringan irigasi.
a.     Ruang lingkup/batasan lingkup pengadaan pekerjaan konstruksi adalah Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tingkat Usaha Tani (JITUT) Daerah Irigasi Desa Kujangsari Kecamatan Langensari.
b.     Lokasi Pekerjaan konstruksi/pekerjaan konstruksi yang akan dilaksanakan adalah di Wilayah Daerah Irigasi Desa Kujangsari Kecamatan Langensari.
c.     Fasilitasi penunjang yang disediakan oleh PA/KPA/PPK.
Jangka waktu pelaksanaan konstruksi selama 90 hari kalender terhitung sejak tanggal ditetapkan. Tenaga ahli yang diperlukan untuk melaksanakan pengadaan pekerjaan konstruksi.
Spesifikasi teknis pekerjaan konstruksi, meliputi :
  • Ketentuan penggunaan bahan/material yang diperlukan :
–  Bahan yang digunakan adalah sebagai berikut : Air, pasir urug, pasir pasang kali/gunung, pasir beton, batu kali/belah, kerikil/koral/agregat, beton, portland cement (PC 50 kg/zak), kayu papan bekisting kelas 3 (albasia), besi beton, kawat beton/bendrat, paku biasa, kawat bronjong, minyak bekisting.
  • Ketentuan penggunaan peralatan yang diperlukan :
–   Peralatan sederhana seperti pemadat timbunan (vibro roller kecil/stamper), palu/godam pemecah batu, molen, gunting pemotong baja, kunci pembelok tulangan, gergaji, pahat beton.
  • Ketentuan penggunaan tenaga kerja :
–   Tenaga kerja yang mengerjakan teknis konstruksi dari penyedia jasa dan merekrut tenaga kerja warga sekitar untuk pekerjaan ringan.
  • Metode kerja/prosedur pelaksanaan pekerjaan :
–     Sesuai dengan Surat Perintah Kerja (SPK).
  • Ketentuan gambar kerja :
–     Sesuai dengan rancangan teknis perencanaan.
  • Ketentuan perhitungan prestasi pekerjaan untuk pembayaran :
–     Mengikuti prosedur dari satker SKPD.
  • Ketentuan pembuatan laporan dan dokumentasi :
–     Dilaksanakan oleh pihak pelaksaan pekerjaan dan petugas pengawasan pekerjaan.
  • Ketentuan mengenai penerapan manajemen K3 Konstruksi (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) :
–   Diharapkan pihak pelaksana pekerjaan menjamin keselamatan pekerjanya pada JAMSOSTEK.
Sumber : Bidang Pertanian.
Sumber        : Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Banjar
Diunggah     : Bidang Informatika Diskominfo Kota Banjar, 2017

About admin

Check Also

Kota Peduli Hukum dan HAM

   Puncak peringatan ke-69 Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Sedunia diadakan di The Sunan Hotel, …

Presiden Jokowi Ingin Tata Kelola APBN Disederhanakan

    Presiden Joko Widodo hari ini, Rabu, 6 Desember 2017, menyerahkan Daftar Isian Pelaksanaan …