Kegiatan Pemberantasan Cacing Pada Sapi dan Hewan Ternak (Pembaca Sapi)

149-a-info-keg-pembaca-sapi149-b-info-keg-pembaca-sapi149-c-info-keg-pembaca-sapi

 

 

 

 

 

A. ANALISIS MASALAH

     Permasalahan ternak sapi milik masyarakat secara umum terinfeksi parasite cacing (Helminthiasis) khususnya Fasiolosis (cacing hati) hal ini disebabkan pakan ternak sapi  adalah hijauan berupa rumput lapang yang pada umumnya menjadi tempat persembunyian telur cacing dan larva cacing yang dapat menetas dan berkembang di dalam saluran pencernaan  tersebut pada usus dan hati. Kelompok masyarakat yang berbahaya dengan masalah ini adalah para pemilik ternak yang tersebar di wilayah Kota Banjar.

B. PENDEKATAN STRATEGIS

       Pemecahan masalah kecacingan pada ternak (helminthiasis) di programkan oleh UPTD Kesehatan Hewan dan Perlindungan Tanaman kota Banjar dengan strategi  aktif service dan pasif service.

C. KREATF DAN INOVATIF

      Kreatif dan inovatif ini dalam rangka mencegah dan membebaskan parasit cacing pada ternak sapi milik masyarakat pada umumnya ternak sapi yang  bebas cacing akan hidup normal dan sehat sehingga produksi dan produktivitas dapat berlangsung maksimal sapi betina dapat beranak dan sapi jantan pertumbuhan bobot badan dengan normal.

D. PELAKSANAAN DAN PENERAPAN

I.  Kegiatan dan pemberantasan dan pencegahan penyakit kecacingan (helminthiasis)

  • Pembentukan TPKH tempat pelayanan kesehatan hewan tiap desa
  • Penyuluhan teknis pemberian obat cacing
  • Membuat kader pemberantasan dan pembebasan penyakit cacing tiap kelompok
  • Membuat jadwal pelayanan aktif service ( petugas UPTD Kesehatan hewan mendatangi tempat pelayanan kesehatan hewan / Kelompok.
  • Pelayanan pasif service (telpon ,WA, SMS) datang ke kantor, setelah petugas menerima laporan dari kader atau petani/pemilik ternak langsung melaksanakan pelayanan ke lokasi .
  • Kader Pemberantasan dan Pembebasan cacing ( Helminthiasis), diberi kewenangan memberikan obat cacing yang telah disediakan ditempat pelayanan kesehatan hewan.
  • Pemeriksaan feses sapi untuk memastikan ternak sapi bebas cacing (Helminthiasis), yang dilakukan UPTD Keswan dan Perlintan.  

II. Penerapan dari program pemberantasan dan pembebasan cacing (helminthiasis) adalah dengan metode pemberian obat cacing pada ternak sapi dengan jangka waktu setiap 4 bulan.

ESUBJEK YANG TERLIBAT

          Subjek yang terlibat dalam pembaca sapi adalah :

  1. UPTD Kesehatan Hewan dan Perlintan
  2. Kader pada pembaca sapi di TPKH ( Tempal Pelayanan Kesehatan Hewan)
  3. Masyarakat ( para pemilik sapi) .

F. CARA MOBILITASI SUMBER DAYA

          Mobilisasi sumber daya yang di gunakan program pembaca sapi :

  1. Kendaran roda empat dan roda dua
  2. Sarana penyimpanan obat cacing
  3. Obat cacing
  4. Pakaian seragam bertuliskan “Pembaca Sapi “ bagi petugas dan kader.
  5. Sumber daya adalah APBD Kota Banjar dan atau dukungan dari Provinsi /APBN.

G. OUTPUT YANG DI HASILKAN

         Output yang dihasilkan adalah pemberian obat cacing secara mudah bagi  masyarakat pemilik ternak sapi :

  1. Tersedianya obat cacing untuk pelayanan pembaca sapi
  2. Kondisi sapi sehat
  3. Produktivitas sapi optimal.

H. EVALUASI KEGIATAN

          Metode dan pemantauan evaluasi berupa :

  1. Pemberian formulir evaluasi kepada petani pemilik ternak sapi.
  2. Pencabutan bulu sapi pada punduk semakin sulit dicabut sedikit kandungan cacing.
  3. Pemeriksaan feses di laboratorium keswana.

I. KENDALA DAN PEMECAHANNYA

          Kendala pada program pembaca sapi:

  1. Pada umumnya pemilik sapi menggunakan rumput lapang.
  2. Ternak sapi yang masuk sulit di kontrol.
  3. Kesadaran pemberian obat cacing masih rendah.

          Pemecahan masalah :

  1. Disarankan pada para pemilik ternak dalam memberikan hijauan berupa rumput lapang pengambilannya pada siang hari pada jam 11.00.
  2. Menggunakan hijauan limbah pertanian seperti jerami, daun jagung, daun kacang – kacangan.
  3. Pemerian kosentrat atau pakan pabrik meskipun sulit dilaksanakan oleh pemilik sapi, karena harganya mahal.
  4. Pemberian obat cacing secara rutin setiap 4 bulan sekali. 

J. DAMPAK DAN BERKELANJUTAN

          Dampak dari pembaca sapi adalah :

  1. Kondisi sapi menjadi sehat.
  2. Harga sapi mahal, pemilik sapi ternak untung.
  3. Tataniaga ternak sapi lancar, pendapatan petani/peternak meningkat.

K. KONTINUITAS

       Bila program pembaca sapi berjalan baik dan dapat dirasakan manfaatnya maka akan berkelanjutan dan dapat memotivasi para pemilik peternak sapi untuk melaksanakan program pembaca sapi secara swadaya.

L. MANFAAT PROGRAM

      Manfaat yang dapat dipetik dari program pembaca sapi, dengan adanya peningkatan pendapatan para pemilik ternak maka akan menjadi motivasi dan daya tarik masyarakat untuk melakukan budidaya sapi sebagai usaha taninya, sekaligus menjadi mata pencaharian masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan ekonomi masyarakat

 

Sumber    : Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Banjar

Diunggah : Bidang Informatika Diskominfo Kota Banjar, 2017

About kominfo banjar

Check Also

Sosialisasi Implementasi Pengawasan Perizinan Berusahan Berbasis Resiko Melalui Sistem Online Single Submission Risk Based Approach

Bertempat di Aula Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Banjar, Wali …

Sosialisasi Implementasi Pengawasan Perizinan Berusahan Berbasis Resiko Melalui Sistem Online Single Submission Risk Based Approach

Bertempat di Aula Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Banjar, Wali …