Home / Berita Banjar / HUT PRAMUKA KE-56

HUT PRAMUKA KE-56

206-hut-pramuka          Banjar,  14 Agustus 2017 Wali Kota Banjar DR. Hj. Ade UU Sukaesih, M.Si menjadi Pembina upacara dalam Hari Pramuka ke-56 tahun 2017 di Alun-alun Langensari, yang di hadiri juga oleh Ketua DPRD Kota Banjar, Kapolres, Danyon 323, Kakak-kakak Majelis Pembimbing, Para Pengurus dan Andalan Kwartir, Para Pelatih Pembina, Pamong Saka dan Pembina Pramuka dan tamu undangan yang lainnya.

        Dalam HUT Pramuka ke-56 Wali Kota Banjar menjelaskan bahwa sejarah lahirnya Gerakan Pramuka ditandai dengan beberapa rangkaian peristiwa : Pertama yaitu pada tanggal 9 Maret 1961, di Istana Negara Presiden RI / Mandataris MPRS berpidato di hadapan para tokoh dan pimpinan organisasi-organisasi kepanduan yang terdapat di Indonesia yang sekarang disebut sebagai Hari Tunas Gerakan Pramuka. Kedua, pada tanggal 20 Mei 1961 diterbitkannya keputusan Presiden Nomor 238 Tahun 1961 tentang Gerakan Pramuka yang menetapkan Gerakan Pramuka sebagai satu-satunya organisasi kepanduan yang ditugaskan menyelenggarakan pendidikan kepanduan bagi anak-anak dan pemuda Indonesia, peristiwa ini merupakan tonggak penting bagi Gerakan Pramuka untuk berkiprah bersamaan dengan Hari Kebangkitan Nasional, maka peristiwa ini disebut sebagai Hari Permulaan Tahun Kerja. Ketiga, pada 30 Juli 1961 di Istora Senayan Jakarta, para wakil organisasi kepanduan di Indonesia dengan ikhlas menyatakan meleburkan diri ke dalam organisasi Gerakan Pramuka yang berazaskan Pancasila, maka peristiwa ini disebut sebagai hari Ikrar Gerakan Pramuka. Keempat, pada tanggal 14 Agustus 1961 di Istana Negara, Presiden RI melantik pengurus Majelis Pimpinan Nasional (Mapinas) dan Kwarnas Pramuka, dengan Sri Sultan Hamengku Buwono IX sebagai Ketua Kwarnas, dilanjutkan defile Pramuka untuk diperkenalkan kepada masyarakat yang didahului dengan penganugerahan Panji-Panji Gerakan Pramuka oleh Presiden RI. Peristiwa inilah yang kemudian disebut sebagai Hari Pramuka.

         Pada tahun 2010 setelah era reformasi, Gerakan Pramuka telah diatur dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka, dengan landasan hokum yang makin kuat maka diharapkan kiprah Gerakan Pramuka sebagai gerakan pendidikan kepanduan semakin optimal, dengan dukungan dari orang tua, masyarakat dan pemerintah serta stakeholder lainnya dalam rangka pembinaan karakter anak dan pemudia Indonesia.

      Wali Kota juga menghimbau kepada seluruh peserta upacara untuk menjauhi masalah social dan kebangsaan di kalangan anak muda. Masalah sosial mencakup maraknya penggunaan NAPZA dan obat terlarang, pergaulan bebas dan hubungan sex pra nikah. Salah satu organisasi yang mampu mengantisipasi hal tersebut adalah Pramuka karena Pramuka sendiri nama yang disingkat dari Praja Muda Karana dan memiliki arti Rakyat Muda yang Suka Berkarya.

     Pramukalah yang mengajarkan kebersamaan, kedisiplinan, kemandirian jiwa korsa dan semangat pantang menyerah, mewujudkan bangsa yang berkarakter dan bermartabat, melahirkan tunas-tunas muda yang bias membawa bangsa kita ke arah yang lebih baik. Beliau mengucapkan terimakasih kepada para Pembina, Pamong Saka, Pelatih, andalan dan majelis pembimmbing yang dengan sukarela telah menyumbangkan karya baktinya untuk anak bangsa. Semoga jerih payah dan keikhlasan kita bermanfaat dan mendapat berkah dan pahala dari Tuhan Yang Maha Esa.

 

Sumber     : Bagian Humas Setda Kota Banjar

Diunggah  : Bidang Informatika Diskominfo Kota Banjar, 2017

About admin

Check Also

Kota Peduli Hukum dan HAM

   Puncak peringatan ke-69 Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Sedunia diadakan di The Sunan Hotel, …

Rechecking Kesatuan Gerak PKK KB-KES Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2017

     Selasa, 05 Desember 2017 Dilaksanakan Acara Rechecking Kesatuan Gerak PKK KB-KES Tingkat Provinsi …