Home / Berita Nasional / Menkominfo Minta Telegram buat SOP Penanganan Radikalisme

Menkominfo Minta Telegram buat SOP Penanganan Radikalisme

168-menkominfo-minta-telgram-sop-radikalismeJakarta – Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara meminta Telegram membuat standar operasional prosedur (SOP) penanganan konten-konten radikalisme. 
      “Yang kami minta kepada Telegram adalah membuat SOP itu untuk melakukan self filtering terhadap konten-konten radikalisme,” ujar dia di Hotel Aryaduta, Jakarta, Jumat malam.
      Menurut dia, hal tersebut menjadi salah satu syarat untuk membatalkan pemblokiran 11 Domain Name System (DNS) milik Telegram oleh Internet Service Provider (ISP), yang dilakukan berdasarkan permintaan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) pada Jumat.
      Adapun ke-11 DNS yang diblokir adalah t.me, telegram.me, telegram.org, core.telegram.org, desktop.telegram.org, macos.telegram.org, web.telegram.org, venus.web.telegram.org, pluto.web.telegram.org, flora.web.telegram.org dan flora-1.web.telegram.org. 
     Dampak terhadap pemblokiran ini adalah tidak bisa diaksesnya layanan Telegram versi web (tidak bisa diakses melalui komputer). “Kami sebelumnya sudah mengupayakan komunikasi. “Ia menjelaskan bahwa alasan pemblokiran 11 DNS milik Telegram tersebut dilakukan, karena banyak konten-kontennya yang berkaitan dengan radikalisme dan mengarahkan kepada terorisme. “Antara lain seperti bagaimana membuat bom atau bagaimana melakukan penyerangan. Tentunya ini bisa mempengaruhi masyarakat di Indonesia, makanya kita blokir,” terang Rudiantara.

Sumber     : antaranews.com

Diunggah  : Bidang Informatika Diskominfo Kota Banjar, 2017

About kominfo banjar

Check Also

Penyederhanaan Perizinan Kunci Peningkatan Investasi

  Dalam beberapa kesempatan, Presiden Joko Widodo selalu mengingatkan dua hal yang dapat meningkatkan pertumbuhan …

SERBA SERBI HARI JADI KOTA BANJAR KE -15

Plt. Wali Kota Banjar Fokus Sejahterakan Warga    Kota Banjar memperingati Hari Jadi yang ke-15. …