Wali Kota pimpin Upacara Harkitnas ke-109, Kearsipan Nasional ke-46, dan Launching KIA, serta Peluncuran Rastra Daerah Kota Banjar 2017

111-a-harkitnas-hr-arsip-dan-launcing-kia-dan-rastra-daerah1        Wali Kota Banjar, Hj. Ade Uu Sukaesih memimpin langsung Upacara Hari Kebangkitan Nasional ke-109, Hari Kearsipan Nasional ke-46, dan Launching Kartu Identitas Anak (KIA), serta Peluncuran Rastra Daerah Kota Banjar Tahun 2017, di Taman Kota Lapang Bhakti Kota Banjar, Senin, 22 Mei 2017.

     Kegiatan ini dihadiri pula oleh  Wakil Wali Kota Banjar, Ketua DPRD Kota Banjar dan Anggota,  Sekretaris Daerah, Unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, para Kepala OPD, Pelajar , Mahasiswa, Guru, para Pegawai Lingkup Pemkot Banjar, LSM, TNI dan POLRI.

       Dalam amanatnya Beliau menjelaskan bahwa semangat kebangkitan nasional tidak pernah memudar, justru semakin menunjukkan urgensinya bagi kehidupan berbangsa sehari-hari, padahal semangat itu sudah tercetus 109 tahun yang lalu, ditandai berdirinya Boedi Oetomo, namun sampai sekarang tetap sangat ampuh menyatukan dan menyemangati gerak kita sebagai bangsa. Presiden Joko Widodo awal tahun ini telah mencanangkan penekanan khusus pada aspek pemerataan semua bidang pembangunan. dan sejak awal dalam program nawacita, aspek pemerataan mendapat porsi perhatian sangat tinggi. Pemerataan antar wilayah hendak diwujudkan dengan membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan. Awal 2017 ukuran kesenjangan distribusi pendapatan dan kekayaan penduduk, masih sekitar 40 persen, oleh karena itu Presiden meminta aparat penyelenggara negara bekerja keras menurunkan indeks kesenjangan tersebut melalui berbagai langkah multidimensi. Kebangkitan Nasional hanya akan berarti jika tidak ada satu anak bangsa pun yang tercecer dari gerbong kebangkitan tersebut. Satu abad lebih sejak organisasi Boedi Oetomo digagas telah memunculkan dimensi baru dalam lanskap sosial budaya seluruh umat manusia. perubahan besar telah terjadi, dan dapat dirangkum dalam satu kata “ digitalisasi” adalah kata yang tepat. Dengan inovasi digital kita dihadapkan pada kejutan-kejutan dan tatacara baru dalam berhimpun dan berkreasi. Sebagian menguatkan, namun tidak kalah juga yang mengancam ikatan-ikatan kita dalam berbangsa. Satu hal yang pasti, kita harus tetap berpihak mendahulukan kepentingan bangsa ditengah gempuran lawan-lawan yang bisa jadi makin tidak kasat mata, justru karena itulah maka kita tidak boleh meninggalkan orientasi untuk terus mewujudkan pemerataan pembangunan yang berkeadilan sosial.

       Beliau menambahkan bahwa kita juga memperingati Hari Kearsipan Nasional ke-46 Tingkat Kota Banjar. Diusiannya yang ke-14 tahun Kota Bajar, kita akan selalu berusaha dan berupaya terus menerus untuk menciptakan Pemerintahan yang baik dan bersih, untuk mewujudkan Pemerintahan yang baik dan bersih tersebut harus didukung oleh manajemen Pemerintahan yang baik pula, dengan  meliputi berbagai unsur dan berbagai sektor, salah satunya adalah kerasipan yang baik, yaitu yang memenuhi kaidah- kaidah kearsipan yang telah ditentukan dalam Undang-undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang  Kearsipan dan Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2012 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 43 Tahun 2009, yaitu Sistem Kearsipan yang baik harus kita bangun dalam rangka:

  1. Menjaga identitas dan jati diri bangsa, juga sebagai memori, acuan dan bahan pertanggungjawaban dalam kehidupan berbangsa, bernegara, dan bermasyarakat.
  2. Menjamin ketersediaan arsip yang autentik dan terpercaya, menjamin perlindungan kepentingan negara dan hak-hak keperdataan rakyat.
  3. Mendukung terwujudnya penyelenggaraan negara yang baik dan bersih , serta meningkatkan kualitas pelayanan publik.

        Tema Hari Kearsipan Nasional ke-46 ini adalah Tertib Arsip, Cermin Budaya Bangsa”. menyikapi tema tersebut masih banyak hal yang harus kita benahi dan kita perbaiki dalam sistem kearsipan di Kota Banjar.  Diperlukan peran aktif dari para pencipta arsip (Lembaga Pemerintah, BUMD, masyarakat dan perseorangan) untuk secara berkala dan kontinyu menyerahkan arsip yang dianggap penting, baik itu arsip dinamis maupun statis. Dengan kata lain, para pencipta arsip haruslah memiliki sikap  sadar arsip. Marilah kita terus berupaya mewujudkan Pemerintahan yang baik dan bersih melalui tertib arsip dan sadar arsip dari semua elemen Pemerintahan.

      Wali Kota manambahkan bahwa di tahun 2017 Kota Banjar terpilih sebagai pelaksana penerapan KIA (Kartu Identitas Anak), ini merupakan Penghargaan dari Pemerintah Pusat khususnya Kementerian Dalam Negeri atas keberhasilan dalam pencapaian target kepemilikan akta kelahiran bagi anak 0 – 18 tahun yang telah mencapai 86%. Pada tahun ini hanya 50 kab./kota yang ditunjuk sebagai pelaksana program KIA di Indonesia. sedangkan di Jawa Barat hanya 2 daerah yang ditunjuk, yaitu Kota Banjar dan Kabupaten Sukabumi setelah Kota Cimahi pada tahun 2016. Tentu saja ini patut kita sambut dengan gembira sebagai wujud pemenuhan hak anak akan identitas kependudukan. Karena itu, pada kesempatan ini, dilaksanakan Launching  Kartu Identitas Anak di Kota Banjar yang juga sekaligus sebagai bagian dalam upaya mewujudkan Kota Banjar sebagai Kota Layak Anak. Implementasi KIA ini merupakan tindak lanjut dari peraturan Kemendagri yang bertujuan untuk meningkatkan pendataan, perlindungan dan pelayanan publik serta sebagai upaya memberikan perlindungan dan pemenuhan hak kostitusional warga negara. KIA, selain sebagai tanda pengenal atau bukti diri yang sah bagi anak, juga dapat menjadi persyaratan pendaftaran sekolah, untuk melakukan Transaksi Keuangan Perbankan dan PT. Pos Indonesia, Pelayanan Kesehatan di Puskesmas atau di Rumah Sakit, Pembuatan Dokumen Keimigrasian, Pencegahan perdagangan anak, dan Beragam keperluan lain yang membutuhkan bukti diri berupa identitas bagi anak.

        Di akhir Sambutannya, beliau mengatakan bahwa hari ini juga dilaksanakan Peluncuran Penyaluran Rastra Daerah Tahun 2017 sebanyak 5671 Keluarga Penerima Manfaat ( KPM ) yang bertujuan untuk membantu keluarga yang berpendapatan rendah dan tidak tercakup oleh Bantuan Pangan Non Tunai ( BPNT ). KPM mendapat bantuan Rastra sebanyak 5kg perbulan, untuk bulan Januari, Februari, dan Maret. Semoga ini bisa dimanfaatkan sebaik mungkin, terutama sekarang ini mendekati Bulan Ramadhan.  Serta perlu diketahui, bahwa tanggal 17 sampai dengan 30 april 2017, KTNA Kota Banjar meyelenggarakan lomba Kawasan Rumah Pangan Lestari yang diikuti oleh KWT Se-Kota Banjar. Lomba ini dilaksanakan untuk memotivasi KWT-KWT di Kota Banjar agar bisa memanfaatkan pekarangan sehingga dapat menghasilkan bahan pangan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dan gizi keluarga,  menghemat pengeluaran dan juga memberikan nilai tambah pendapatan bagi keluarga. Wali Kota berterimakasih pada Ketua KTNA Kota Banjar, H. Herman Sutrisno, yang telah berinisiatif menyelenggarakan lomba KRPL Tingkat Kota Banjar sekaligus memberikan uang pembinaan sebesar Rp. 10.000.000 kepada KWT yang memperoleh juara lomba KRPL Tingkat Kota Banjar.

 

Sumber        : Bagian Humas Setda Kota Banjar

Diunggah     : Bidang Informatika Diskominfo Kota Banjar, 2017

About kominfo banjar

Check Also

Istighosah Dan Do’a Bersama

Wakil Wali Kota Banjar, H. Nana Suryana, S.Pd., M.H., menghadiri kegiatan Istighosah dan Do’a Bersama …

Wali Kota Banjar Hadiri Acara Pembukaan Tahapan Penilaian Presentasi Kompetisi Inovasi Jawa Barat Tahun 2022

Wali Kota Banjar, Dr. Hj. Ade Uu Sukaesih, M.Si., menghadiri kegiatan pembukaan Tahapan Penilaian Presentasi …