Home / Berita Banjar / YRBK Kota Banjar Luncurkan Buku di Momen Sumpah Pemuda

YRBK Kota Banjar Luncurkan Buku di Momen Sumpah Pemuda

Menyambut Bulan Bahasa dan refleksi Hari Sumpah Pemuda, Yayasan Ruang Baca Komunitas atau YRBK Kota Banjar, meluncurkan buku Literasi Pemuda dan Kebangsaan di Meeting Room Kampus SMAN 1 Kota Banjar, Selasa, 29 Oktober 2019.
Pendiri YRBK Kota Banjar, Sofian Munawar mengatakan, buku tersebut merupakan buku ketiga hasil karya pegiat literasi Yayasan Ruang Baca Komunitas. Buku yang memiliki 264 halaman tersebut, ditulis oleh 33 orang para pegiat literasi yang terdiri dari unsur siswa, mahasiswa, jurnalis, dan dosen.
“Target kami ingin budaya literasi, terutama menulis lebih didorong lagi menjadi budaya baru, terutama di kalangan anak muda, menjadikan literasi sebagai salah satu kunci membangun peradaban bangsa,” kata Sofian.
Dia menjelaskan, paling tidak ada tiga hal dalam budaya literasi yang ditekankan, yakni membaca, menulis dan membagi atau sharing. Terutama membagi momen sumpah pemuda untuk kemudian direfleksikan. “Sekarang ada pameo baru di kalangan pegiat literasi. Jangan mengaku pegiat literasi kalau tidak punya karya. Jadi, literasi tidak hanya cuap-cuap dan membaca saja,” katanya.
Adapun pesan-pesan yang tertuang dalam buku, lanjut Sofian, pada intinya dirinya ingin mendorong anak muda memahami masa depan dan mampu memjawab tantangan global melalui tulisan terutama di era industri 4.0.
Sementara itu, Kapolres Kota Banjar, AKBP Yulian Perdana S.I.K, sebagai keynote speaker dalam forum tersebut menuturkan, literasi menjadi salah satu kunci penting bagi kemajuan negeri, terutama bagi para generasi muda agar lebih siap menghadapi kompetisi di era disrupsi.
“Literasi itu ada di segala bidang, ada literasi di bidang pendidikan, kebudayaan, parenting, kebangsaan dan literasi yang lain. Semakin baik etos membaca bangsa kita maka generasi kita akan terpacu melahirkan banyak karya,” tutur Kapolres.
Selain itu, Kapolres juga mengajak kepada cendekiawan, budayawan dan para pelajar untuk membangun learning culture (kebiasaan membaca), dengan berkomitmen membangun budaya membaca dan berdiskusi. “Jangan sampai indonesia mejadi bahasa yang gagap serta anak muda harus berliterasi dan melihat peluang masa depan,” katanya.
Kegiatan tersebut, kata dia, merupakan sebuah tonggak awal untuk beraksi supaya anak-anak tidak terjerumus narkoba, intoleransi, dan anti asusila.“Selain itu juga diharapkan bisa menekan angka ABH (Anak Berhadapan dengan Hukum),” pungkasnya.

Sumber     : Bidang Komunikasi Diskominfo Kota Banjar
Diunggah  : Bidang Informatika Diskominfo Kota Banjar, 2019

About Kominfo Banjar

Check Also

RAPBD Kota Banjar Tahun Anggaran 2020 Disahkan

Rendahnya PAD Kota Banjar dan besarnya biaya belanja tidak langsung dalam RAPBD 2020, menjadi sorotan …

Stop Hoaks, Bijak Gunakan Media Sosial

Masyarakat dituntut lebih cerdas dalam menggunakan media sosial. Jangan menyebarkan berita bohong atau hoaks. Hal …