Home / Berita Banjar / Wagub Pimpin Apel Gabungan Penindakan Protokol Kesehatan di Kota Banjar

Wagub Pimpin Apel Gabungan Penindakan Protokol Kesehatan di Kota Banjar

Kasus positif Covid-19 di bebarapa wilayah di Provinsi Jawa Barat masih cukup tinggi, salah satunya di Kota Banjar. Berkenaan dengan hal tersebut, Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum menyampaikan terkait pemberian vaksin kepada masyarakat. Wakil Gubernur menyampaikan hal tersebut dalam Apel Gabungan Penindakan Disiplin Protokol Kesehatan di Halaman Pendopo Kota Banjar, Senin 28 Desember 2020. Dikatakan Wagub bencana kali ini merupakan bencana wabah, dengan itu masyarakat di wilayah Jawa Barat harus tetap bersabar hingga vaksin didistribusikan. “Rencananya vaksin yang akan hadir di Jawa Barat sebanyak 30,4 juta untuk di distribusikan kepada setiap kabupaten/kota, akan tetapi baru tersedia sebanyak 15,5 juta vaksin,” katanya.  Menurut informasi dari kementerian, vaksinasi di wilayah Jawa Barat akan dilakukan pada tanggal 22 Januari 2021 mendatang, yang akan dilaksanakan oleh beberapa wilayah Kabupaten/Kota. “Insya Allah menurut informasi tanggal 22 Januari akan dilakukan vaksinasi di beberapa wilayah yang ada di Provinsi Jawa Barat,” ujarnya.
Dijelaskan Uu Ruzhanul Ulum, teknis dalam pemberian vaksinasi kepada masyarakat nantinya bisa dilakukan di setiap puskesmas ataupun di tempat-tempat terbuka yang sudah disediakan oleh pemerintah masing-masing daerah. “Kalau untuk pemberian vaksin bisa di puskesmas, di gor ataupun di tempat yang disediakan masing-masing pemerintah daerah, dan ini sifatnya gratis,” tandasnya.
Wagub berharap masyarakat jangan meragukan vaksin tersebut, karena sudah teruji kehalalannya oleh MUI (Majelis Ulama Indonesia), dan manfaatnya sudah dijelaskan oleh Kementerian Kesehatan bahwa tidak akan menimbulkan efek samping. “Saya juga siap untuk di vaksin, kemudian juga saya harap untuk dicatat oleh masyarakat jangan meragukan lagi hal ini. Kalau masyarakat masih tidak mau, apakah mau diberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) lagi, sementara sudah jelas dampak PSBB itu ekonomi kita terpuruk,” pungkasnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjar, dr. Andi Bastian, seseorang yang harus dilakukan vaksin terlebih dahulu harus diperiksa. “Sebelum diimunisasi seseorang harus diperiksa dulu, misal ada yang mempunyai hipertensi, itukan tidak menular, tetapi dapat memicu tidak sinergisnya tubuh dengan vaksin,” ungkapnya. Pemerintah Kota Banjar berharap vaksinasi tersebut dapat diterima oleh masyarakat, sehingga tidak terjadi pemberlakuan PSBB kembali jika adanya lonjakan kasus yang semakin tinggi. Dalam apel tersebut, turut hadir Wakil Gubenur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum, serta di hadiri oleh Forkopimda Kota Banjar.
Sementara itu dikatakan Wali Kota, Pemerintah Kota Banjar bertekad untuk selalu siap dalam pengamanan tahun baru 2021, meskipun dalam keadaan pandemi Covid-19. “Kita tanpa lelah menegakan disiplin protokol kesehatan kepada masyakat dan melakukan pengamanan menjelang pergantian tahun,” kata beliau. Dalam peningkatan kasus positif di Kota Banjar yang terus bertambah, segala upaya terus dilakukan oleh Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Banjar untuk menekan angka kasus positif. Salah satunya dengan menggelar operasi yustisi yang sering dilakukan. “Petugas penindak disiplin protokol kesehatan di Kota Banjar terus gencar melakukan operasi yustisi, selain itu edukasi dan himbauan kepada masyarakat juga sering dilakukan. Itu semua bertujuan untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya menerapkan 3M,” tandasnya.
Kesadaran masyarakat di Kota Banjar dalam menerapkan protokol kesehatan 3M masih kurang, jika dipersentasekan, ada sekitar kurang lebih 70% masyarakat Kota Banjar yang sudah mematuhi hal tersebut. “Dilihat dari masyarakat yang kedapatan tidak mematuhi protokol kesehatan, tingkat kesadaran di Kota Banjar sekitar 70% yang sudah mematuhi dan menerapkan 3M,” ujarnya.
Selain itu, penyebaran virus Covid-19 di Kota Banjar kini di dominasi dari lingkungan perkantoran dan tenaga kesehatan. “Hari ini ada pegawai Bappeda yang dinyatakan positif hasil swab, kami tidak segan untuk menghimbau dan memberlakukan WFH (Work From Home). Sampai sekarang sudah ada 8 kantor dinas pemerintahan yang sudah diberlakukan WFH,” pungkasnya.

Sumber     : Bidang Komunikasi Diskominfo Kota Banjar
Diunggah  : Bidang Informatika Diskominfo Kota Banjar, 2020

About Kominfo Banjar

Check Also

Perkembangan COVID-19 Kota Banjar

Sumber     : Gugus Tugas COVID-19 Kota Banjar Diunggah  : Bidang Informatika Diskominfo Kota Banjar, 2021 …

Perkembangan COVID-19 Kota Banjar

Sumber     : Gugus Tugas COVID-19 Kota Banjar Diunggah  : Bidang Informatika Diskominfo Kota Banjar, 2021 …