Home / Berita Banjar / Vicon Menkopolhukam

Vicon Menkopolhukam

  Rabu, 20 Maret 2019, di Aula lantai 2 Polresta Banjar berlangsung acara mengikuti giat Vicon Menkopolhukam. Acara ini dihadiri oleh Kapolresta Banjar dan anggota, Wakil Wali Kota Banjar, Danyon 323 reader, Danramil, Dansubdenpom, Dishub, Satpol PP, Camat, Lurah Kades, KPU dan para tokoh masyarakat serta stake holder Kota Banjar.
  Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto dalam video conference mengatakan bahwa Pemilihan Umum 2019 akan lebih rumit, kompleks, dan massal daripada pemilu yang lalu. Karena akan dilaksanakan secara serentak mulai dari pemilihan legislatif dan pemilihan Presiden maupun Wakil Presiden. “Pemilu 2019 memang lebih rumit, lebih kompleks, lebih massal, dibandingkan pemilu yang lalu. Karena memang secara serentak akan dilaksanakan pemilihan anggota legislatif dan Presiden maupun Wakil Presiden,” ujarnya.
  Dalam pemilihan legislatif di tingkat pusat dan daerah, paling tidak disampaikan ada 5 pilihan yang harus dipilih oleh masyarakat, termasuk DPD. Menurut Menko Polhukam, jika dilihat bahwa kontestan yang terlibat yakni melibatkan para partai politik. Dijelaskan, partai politik juga tentu berkontestasi untuk supaya eksis sebagai parpol dengan batas parliamentary threshold 4 persen. “Kalau sampai tidak lewat dari itu, ya dia akan tersingkir dari perpolitikan nasional karena itu parpol sendiri juga melaksanakan kontestasi,” kata Menko Polhukam Wiranto.
  Lalu perorangan, para calon legislatif di pusat maupun daerah juga melakukan kontestasi, termasuk DPD. Sehingga memang hiruk pikuk, memang akan banyak aktivitas yang harus diamankan atau diatur oleh penyelenggara pemilu dan aparat keamanan.“Oleh karena itu, kita coba mencari hal-hal yang cukup rawan tadi dalam rapat koordinasi untuk kita bincangkan bersama, apakah dalam soal perhitungan, aktivitas di lapangan, dan sebagainya. Dan para pejabat tadi telah menyampaikan beberapa arahan, himbauan dan penekanan pada para pemangku kepentingan di daerah,” kata Menko Polhukam Wiranto.
  Hal terpenting yang diperlukan adalah satu sinergi dan koordinasi hingga ke tingkat yang paling ujung, ke tingkat dimana di sana terjadi aktivitas masyarakat pemilih langsung memilih pilihan mereka. Kemudian, diharapkan agar para petugas di lapangan baik di tingkat provinsi, kabupaten, kota sampai paling bawah mengenali tugas mereka masing-masing, dan tidak hanya itu tapi juga mengenali kemungkinan masalah yang akan muncul di daerah. “Karena dari daftar indeks kerawanan pemilu yang sudah masuk ke kita tidak setiap daerah itu sama, masing-masing daerah secara spesifik punya masalah-masalah yang berbeda satu dengan yang lain, itu dikenali, dipahami betul, bahkan harus dicari jalan keluarnya,” ujarnya.
  “Terakhir juga dibahas bagaimana kegiatan medsos (media sosial) karena perkembangan medsos saat ini juga sangat cepat sekali. Jangan sampai medsos dijadikan ajang kampanye negative, apakah hoax, hate speech, menyangkut masalah fitnah, mengkritisi satu dengan yang lain dengan cara-cara yang tidak senonoh dan sebagainya. Kalau itu kita bisa cegah atau hindari, paling tidak kita bisa menghindari kerawanan-kerawanan pemilu yang nanti akan kita laksanakan,” kata Menko Polhukam Wiranto.
 
Sumber        : Bidang Komunikasi Diskominfo Kota Banjar
Diunggah     : Bidang Informatika Diskominfo Kota Banjar, 2019

About Kominfo Banjar

Check Also

PROSESI KIRAB NGABUMI DI PULOMAJETI KOTA BANJAR

Ratusan warga Kota Banjar memadati Situs Cagar Budaya Pulomajeti untuk menyaksikan prosesi upacara adat Kirab …

WALI KOTA BUKA ACARA DIKLAT PENYUSUNAN LPPD TINGKAT KOTA BANJAR

Penyusunan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) harus selesai dan disampaikan tepat waktu ke Kementerian Dalam …