UPACARA PERINGATAN HARI IBU KE 90, HKSN & HARI BELA NEGARA TINGKAT KOTA BANJAR TAHUN 2018

   Sabtu, 22 Desember 2018, dilaksanakan upacara peringatan Hari Ibu ke 90 tingkat Kota Banjar tahun 2018, bertempat di halaman Setda Kota Banjar. Wali kota Banjar, DR. Hj. Ade Uu Sukaesih, M.Si, bertindak sebagai Inspektur upacara yang dihadiri dan diikuti oleh para kepala OPD lingkup Pemerintah Kota Banjar, Kapolresta Banjar, Danyon 323 Raider, Pabung Kodim 0613 Ciamis, Kajari Kota Banjar, Ketua DPRD Kota Banjar, GOW Kota Banjar, TNI, Polri, serta para staf dan pegawai lingkup pemerintah Kota Banjar.
   Wali Kota Banjar dalam sambutannya menyampaikan bahwa hakikat Peringatan Hari Ibu (PHI) setiap tahunnya untuk mengingatkan seluruh rakyat Indonesia, terutama generasi muda akan arti dan makna Hari Ibu sebagai sebuah momentum kebangkitan bangsa, penggalangan rasa persatuan dan kesatuan serta gerak perjuangan kaum perempuan yang tidak dapat dipisahkan dari sejarah perjuangan Bangsa Indonesia.
    PHI diharapkan dapat membawa pengaruh positif bagi peningkatan kualitas hidup, pemenuhan hak dan kemajuan perempuan. di lain sisi juga memberikan keyakinan yang besar bahwa perempuan apabila diberi peluang dan kesempatan mampu meningkatkan kualitas hidupnya serta mengembangkan segala potensi dan kemampuan yang dimilikinya. saat ini bahkan terbukti perempuan dalam berbagai dimensi kehidupan berbangsa dan bernegara, mampu menjadi motor penggerak dan motor perubahan (agent of change). Tema PHI tahun 2108 “Bersama meningkatkan peran perempuan dan laki-laki dalam membangun ketahanan keluarga untuk kesejahteraan bangsa”. tema ini dibangun dengan melihat situasi dan kondisi bangsa indonesia tahun 2018 dan menyelaraskan dengan arah kebijakan pembangunan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.
  Berbagai persoalan sosial saat ini marak terjadi, dan berdampak kepada kehidupan masyarakat, khususnya perempuan dan anak, seperti terjadinya kekerasan, bentuk-bentuk perlakukan diskriminatif dan lain-lainnya. peran keluarga menjadi salah satu yang diharapkan dapat menjadi bagian utama / pilar untuk mencegah terjadinya kekerasan melalui penanaman nilai-nilai, karakter, dan budi pekerti. ketahanan keluarga sekaligus menjadi pondasi dalam menerapkan kehidupan yang harmonis, damai, dan religius. pelibatan semua unsur masyarakat dan multi stakeholder sangat diperlukan, termasuk peran laki-laki dalam kampanye-kampanye / gerakan yang mendukung pencegahan kekerasan, dan pencapaian kesetaraan gender.
  Saat ini kita juga memperingati Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) tahun 2018 yang jatuh pada tanggal 20 desember 2018. Nilai kesetiawakanan sosial sebagai dimensi modal sosial  memiliki potensi strategis untuk menumbuhkembangkan semangat kebersamaan, saling percaya  dan menerima, integrasi dan keterikatan sosial, yang dinyatakan melalui kerelaan proaktif, serta kepeduliaan untuk berkorban bersama masyarakat yang membutuhkan dalam kerangka mewujudkan Indonesia sejahtera berbudaya Pancasila. Tema HKSN Tahun 2018 Adalah “ Kesetiakawanan sosial harmoni bangsa”.  Filosofis kesetiakawanan sosial adalah kepekaan rasa ingin menjadi bagian atau terlibat dari suatu keadaan sehingga muncul keinginan untuk menolong secara sukarela/tanpa pamrih. Esensi dari peringatan HKSN adalah untuk menggugah perasaan, empati terhadap kesulitan orang lain secara bersama-sama melalui aksi nyata.
   Oleh karena Pemerintah Kota Banjar, telah melaksanakan berbagai program sebagai wujud dari penanaman nilai-nilai kepeduliaan dan kesetiakawanan sosial melalui program perlindungan dan jaminan sosial, yaitu bantuan rastra  gratis bagi orang miskin/tidak/mampu,  bantuan jaminan hidup bagi lansia,  program BPJS PBI dan pemberian SKTM bagi orang miskin melalui Program Banjar Sehat, bantuan rumah tidak layak huni, bantuan beasiswa untuk anak sekolah melalui Banjar Cerdas,  mensupport Program Keluarga Harapan (PKH) dan program-program lainnya. Khusus  untuk tahun depan kami akan meluncurkan program  bantuan jaminan hidup bagi penyandang disabilitas.
   Hari ini juga memperingati Hari Bela Negara, yang diperingati setiap tanggal 19 Desember. Bela negara merupakan wadah peran dan kontribusi segenap komponen masyarakat. Dunia usaha, dunia pendidikan, media, hingga tokoh pemuda, tokoh agama, semua bisa dan wajib ikut serta sesuai dengan bidang profesi masing-masing. Wujud bela negara di tengah teknologi disruptif bukanlah larut dalam disruption dan tenggelam dalam teknologi disruptif, justru bangsa kita harus sekuat tenaga mempertahankan makna pembangunan berkelanjutan, baik dalam konteks sosial maupun alamiah. Dalam konteks sosial, kemampuan generasi milenial mengantisipasi kecepatan perubahan dunia tidak boleh terlepas dari pondasi budaya, kearifan lokal, dan nilai-nilai luhur bangsa. Dalam konteks alamiah, penghargaan bangsa kita terhadap kelestarian lingkungan adalah wujud bela negara yang sangat penting.
   Tugas bela negara tentulah bukan tugas yang ringan seiring dengan makin kompleksnya tantangan yang dihadapi. Namun saya yakin melalui sinergi antar segenap elemen Bangsa Indonesia, yang sipil, yang militer, yang menjalankan usaha, yang belajar dan mengajar, yang mewartakan berita, hingga yang menjadi teladan masyarakat, kita semua mampu membawa Indonesia menjadi negara yang berdaulat, mandiri, adil. Mari kita semua jadikan Kota Banjar ini makin berseri.
 
Sumber        : Bagian Humas Setda Kota Banjar
Diunggah     : Bidang Informatika Diskominfo Kota Banjar, 2018

About Kominfo Banjar

Check Also

Istighosah Dan Do’a Bersama

Wakil Wali Kota Banjar, H. Nana Suryana, S.Pd., M.H., menghadiri kegiatan Istighosah dan Do’a Bersama …

Wali Kota Banjar Hadiri Acara Pembukaan Tahapan Penilaian Presentasi Kompetisi Inovasi Jawa Barat Tahun 2022

Wali Kota Banjar, Dr. Hj. Ade Uu Sukaesih, M.Si., menghadiri kegiatan pembukaan Tahapan Penilaian Presentasi …