Home / Berita Banjar / Upacara Hari Kebangkitan Nasional ke-110 Tingkat Kota Banjar Tahun 2018

Upacara Hari Kebangkitan Nasional ke-110 Tingkat Kota Banjar Tahun 2018

    Sekretaris Daerah Kota Banjar, Dr. Drs. H. Ade Setiana, M. Pd, memimpin langsung Upacara Hari Kebangkitan Nasional ke-110 Tingkat Kota Banjar Tahun 2018, di Taman Kota Lapang Bhakti Banjar, Senin, 21 Mei 2018. Kegiatan ini dihadiri pula oleh  Plt. Wali Kota Banjar, Ketua, Wakil Ketua, dan Anggota DPRD Kota Banjar, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, para Kepala OPD, Pelajar, Mahasiswa, Guru, para Pegawai Lingkup Pemkot Banjar, Pers, LSM, TNI dan POLRI, serta tamu undangan lainnya.
   Dalam Sambutannya Sekretaris Daerah membacakan Sambutan Menteri Komunikasi dan Informatika  RI, yang dalam isi nya dijelaskan bahwa Peringatan Hari Kebangkitan Nasional Ke-110, 20 Mei 2018,  harus dimaknai dengan upaya-upaya penyadaran setiap masyarakat Indonesia, untuk mengembangkan diri dan merebut setiap peluang untuk meningkatkan kapasitas diri yang dibuka oleh berbagai pihak, baik oleh pemerintah, badan usaha, maupun masyarakat sendiri, pengembangan kapasitas sumber daya manusia juga harus diletakkan dalam konteks pemerataan dalam pengertian kewilayahan, agar bangsa ini bangkit secara bersama-sama dalam kerangka kebangsaan Indonesia. sesuai dengan tema Hari Kebangkitan Nasional ke-110 Tahun 2018 yaitu “ Pembangunan sumber daya manusia memperkuat pondasi Kebangkitan Nasional Indonesia dalam era digital”.
    Bung Karno juga pernah menggambarkan persatuan bangsa seperti layaknya sapu lidi, jika tidak diikat, maka lidi tersebut akan tercerai berai, tidak berguna dan mudah dipatahkan. tetapi jikalau lidi-lidi itu digabungkan, diikat menjadi sapu, mana ada manusia bisa mematahkan sapu lidi yang sudah terikat? gambaran tersebut aktual sekali pada masa sekarang ini. Kita merasakan bahwa ada kekuatan-kekuatan yang berusaha merenggangkan ikatan sapu lidi kita. Kita disuguhi hasutan-hasutan yang membuat kita bertikai dan tanpa sadar mengiris ikatan yang sudah puluhan tahun menyatukan segala perbedaan tersebut.padahal ini masa yang sangat menentukan bagi kita. Inilah era yang menuntut kita untuk tidak buang-buang waktu demi mengejar ketertinggalan dengan bangsa-bangsa lain. Momentum sekarang ini menuntut kita untuk tidak buang-buang energi untuk bertikai dan lebih fokus pada pendidikan dan pengembangan manusia indonesia.
    Menurut para ahli, sekitar dua tahun lagi kita akan memasuki sebuah era keemasan dalam konsep kependudukan, yaitu bonus demografi, yang menyuguhkan potensi keuntungan bagi bangsa karena proporsi penduduk usia produktif lebih tinggi dibanding penduduk usia non-produktif. Menurut perkiraan Badan Pusat Statistik, rentang masa ini akan berpuncak pada 2028 sampai 2031, berarti tinggal 10-13 tahun lagi, saat itu nanti, angka ketergantungan penduduk diperkiraan mencapai titik terendah, yaitu 46,9 persen. Proyeksi keuntungan bonus demografi itu tinggal menjadi proyeksi jika kita tak dapat memaksimalkannya. Usia produktif hanya akan tinggal menjadi catatan tentang usia daripada catatan tentang produktivitas, jika mutu sumber daya manusia produktif pada tahun-tahun puncak bonus demografi tersebut tidak dapat mengungkit mesin pertumbuhan ekonomi. Oleh sebab itu dunia pendidikan harus didorong  bekerjasama dengan industri dan bisnis untuk mencari terobosan-terobosan baru dalam pendidikan vokasi. Jurusan-jurusan baru, baik ditingkat pendidikan tinggi maupun juga ditingkat menengah, yang berkaitan dengan keahlian dan ilmu terapan, harus selalu diciptakan untuk memasok industri akan tenaga terampil yang siap kerja.
   “Generasi bonus demografi” yang kebetulan juga beririsan dengan  “Generasi millenial”  kita tersebut, pada saat yang sama, juga terpapar oleh massifnya perkembangan teknologi, terutama teknologi digital. digitalisasi di berbagai bidang ini juga membuka jendela peluang dan ancaman yang sama. ia akan menjadi ancaman jika hanya pasif menjadi pengguna dan pasar, namun akan menjadi berkah jika kita mampu menaklukannya menjadi pemain yang menentukan lansekap ekonomi berbasis digital dunia. Alhamdulillah, kita mencatat bahwa tak sedikit anak muda kreatif yang mampu menaklukkan gelombang digitalisasi dengan cara mencari berkah didalamnya. internet, media sosial, situs web, layanan multimedia aplikasi ponsel, mereka jadikan ladang baru buat berkarya, dan pasar yang menjanjikan bagi kreativitas. Banyak kreator konten dan pengembang aplikasi Indonesia yang mendunia, mendapatkan apresiasi baik material maupun non-material. Sebab itu, mari kita bersama-sama jauhkan dunia digital dari anasir-anasir pemecah-belah dan konten –konten negatif, agar anak-anak kita bebas berkreasi, bersilaturahmi, berekspresi, dan mendapatkan manfaat darinya, tidak ada satu pihak yang tanggung jawabnya lebih besar daripada yang lain untuk hal ini. pepatah Aceh mengatakan : pikulan satu dipikul berdua, rapat-rapat seperti biji timun suri, artinya kira-kira : kita harus menjaga persatuan dalam memecahkan masalah, harus berbagi beban yang sama, merapatkan barisan, jangan sampai terpecah belah.demikian juga dalam konteks menghadapi digitalisasi ini, kita semua harus dalam irama yang serempak dalam memecahkan masalah dan menghadapi para pencari masalah. Dulu kita bisa, dengan keterbatasan akses pengetahuan dan informasi, dengan keterbatasan teknologi untuk berkomunikasi, berhimpun dan menyatukan pikiran untuk memperjuangkan kedaulatan bangsa. seharusnya sekarang kita juga bisa, sepikul berdua, menjaga dunia yang serba digital ini, agar menjadi wadah yang kondusif bagi perkembangan budi pekerti, yang seimbang dengan pengetahuan dan keterampilan generasi penerus kita.
   Terakhir beliau ucapkan Selamat Hari Kebangkitan Nasional Ke-110, kita maknai peringatan tahun ini dilingkungan kita masing-masing, sesuai lingkup tugas kita, untuk semaksimal mungkin memfasilitasi peningkatan kapasitas sumber daya manusia, terutama generasi muda, yang akan membawa kepada kejayaan bangsa di tahun-tahun mendatang, terimakasih. Bangkit Indonesia!.
 
Sumber        : Bagian Humas Setda Kota Banjar
Diunggah     : Bidang Informatika Diskominfo Kota Banjar, 2018

About Kominfo Banjar

Check Also

Kunjungan Kerja Wali Kota Banjar ke Kujangsari

   Selasa, 07 Agustus 2018, Wali Kota Banjar, DR. Hj. Ade Uu Sukaesih, M.Si melakukan …

Hari Lingkungan Hidup Sedunia

 Pemerintah Kota Banjar melalui Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjar melaksanakan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, …