Home / Berita Banjar / Touring Baksos Gubernur Dan Forkopimda Jabar Ke Kota Banjar

Touring Baksos Gubernur Dan Forkopimda Jabar Ke Kota Banjar

Minggu, 5 Juli 2020, Gubernur Jawa Barat, H. M. Ridwan Kamil, melakukan Touring Bhakti Sosial dalam rangka HUT Bhayangkara ke-74, di kawasan Priangan Timur salah satunya adalah ke Kota Banjar yang bertempat di Taman Kota Lapang Bhakti Banjar.
Gubernur touring bersama jajaran Forkopimda Jabar, termasuk diantaranya Kapolda, Pangdam dan Kejati serta Wagub.
Kang Emil menegaskan, bahwa pada masa adaptasi kebiasaan baru (AKB) ini, sektor pendidikan belum bisa dibuka, namun untuk daerah dengan kategori zona hijau, dapat dibuka.
“Sekarang ini kita kan sudah mulai AKB. Nanti program kesehatan dan sektor ekonomi mulai berjalan. Untuk pendidikan, kalau belum hijau tidak boleh,” katanya.
Untuk bidang pendidikan belum bisa dibuka, lanjutnya, akan tetapi untuk sektor lain seperti pariwisata sudah diperbolehkan. Hanya saja, kebijakan itu diserahkan sepenuhnya kepada tiap Kepala Daerah masing-masing. Namun tetap harus mewaspadai potensi penyebaran Covid-19, terutama antisipasi impor case virus Covid dari pengunjung luar daerah,” ujarnya.
Selain melakukan monitoring pelaksanaan penangan Covid-19, Gubernur bersama Forkopimda Jawa Barat juga memberikan berupa ratusan paket bantuan, yang merupakan rangkaian bhakti sosial dalam rangka HUT Bhayangkara ke-74, 1 Juli 2020.
Penerima bantuan adalah para abang becak, sopir angkot, tukang ojeg, dan warga lainnya yang terdampak wabah Covid-19 di Kota Banjar.
Gubernur juga mewanti-wanti kepada Kepala Daerah untuk mewaspadai adanya imported case Covid-19 (kasus impor Covid-19). Khususnya bagi daerah yang saat ini sudah memasuki zona biru.
Kewaspadaan tersebut mengingat saat ini untuk daerah zona biru sudah tidak ditemukan lagi adanya penambahan kasus positif Covid-19 dari penyebaran transimisi lokal.
“Untuk daerah yang sudah masuk zona biru, termasuk Kota Banjar, harus dijaga. Asal bisa mempertahankan sembilan kriteria yang sudah ditetapkan, zona biru bisa menjadi hijau,” katanya, cara mengendalikan kasus Covid-19 dari imported case Covid-19, yakni dengan memperketat pengawasan bagi warga yang datang dari luar daerah.
Selain itu, pengawasan juga dilakukan kepada warga lokal yang hendak bepergian ke luar daerah, terutama ke wilayah epicentrum penyebaran virus Covid-19.
Gubernur mengibaratkan pengasawaan penangan Covid-19 seperti orang ronda siang dan malam. Karena semua tidak ada yang tahu, mungkin sekarang zona hijau atau biru, tapi besok bisa jadi masuk menjadi zona kuning.
“Penyebaran dari transimisi imported case Covid-19 ini yang selanjutnya harus diwaspadai bagi yang sudah masuk zona biru. Untuk itu, harus tetap waspada. Jangan sampai lengah,” tandasnya.
Gubernur sebut bahwa kasus positif Covid-19 di Jabar menurun. Selain mengingatkan kewaspadaan, Ridwan Kamil juga mengklaim bahwa, jumlah penduduk Provinsi Jawa Barat merupakan yang terbanyak se-Indonesia. Namun, Pemprov Jabar mampu mengendalikan kasus penyebaran virus Covid-19.
Untuk mendukung upaya itu, Pemprov Jabar saat ini juga tengah memproduksi berbagai alat kesehatan. Seperti ventilator dan laboratorium secara mandiri sebagai upaya percepatan penanganan Covid-19. Kalau tidak ada kasus sama sekali itu sulit, Paling tidak kita bisa mengendalikan, termasuk upaya membuat alkes secara mandiri,” kata Gubernur.
Sementara itu, Wali Kota Banjar, Hj. Ade Uu Sukaesih, menyampaikan bahwa, saat ini untuk Kota Banjar dalam kategori zona biru. Selain itu, juga tidak ada penambahan kasus positif Covid-19 selama masa PSBB.
Beliau menambahkan, selama PSBB ini Pemkot Banjar sudah mengambil 983 sampel swab test. Hasilnya yang sudah terkonfirmasi sebanyak 487 dinyatakan negatif Covid-19.
“Untuk mendukung percepatan dalam pemeriksaan swab test, kami berharap dari Pemprov Jabar dapat membantu perizinan penggunan alat TCM,” katanya.
Sementara itu, Kapolda Jawa Barat, Irjen. Pol. Rudy Sufahriadi, menambahkan, atas kerjasama Ketua Gugus Tugas Jawa Barat, dan seluruh jajaran Forkopimda secara umum, dapat mengendalikan Covid-19 di wilayah Provinsi Jawa Barat termasuk Kota Banjar.
Menurutnya, dalam masa adaptasi kebiasaan baru atau AKB ini, sektor perekonomian dan kesehatan segera kembali dibuka. Untuk itu, katanya, semua harus ikut mendisiplinkan masyarakat menerapkan protokol kesehatan.
“Di era New Normal ini, jaga kedisiplinan masyarakat mematuhi protokol kesehehatan. Jangan lupa pakai masker, jaga jarak, dan rajin mencuci tangan” kata Kapolda.

Sumber     : Bidang Komunikasi Diskominfo Kota Banjar
Diunggah  : Bidang Informatika Diskominfo Kota Banjar, 2020

About Kominfo Banjar

Check Also

Solat Idul Adha 1441 H Di Kota Banjar

Pelaksanaan Solat Idul Adha 1441 H,  tahun 2020 di Kota Banjar dilaksanakan di Mesjid Agung …

Update Data Covid-19 Kota Banjar

Sumber     : Gugus Tugas COVID-19 Kota Banjar Diunggah  : Bidang Informatika Diskominfo Kota Banjar, 2020 …