Home / Berita Banjar / Sidang Isbat Nikah

Sidang Isbat Nikah

Sebanyak 30 pasangan mengikuti Sidang Isbat Nikah Massal Gratis di Pendopo Kota Banjar, Kamis, 10 Oktober 2019. Isbat nikah merupakan program yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Banjar untuk membantu masyarakat, khususnya yang belum mendapatkan buku nikah, karena bagi masyarakat yang sudah menikah secara agama dan mempunyai anak, tidak bisa membuat akta kelahiran, karena tidak mempunyai buku nikah.
  Hadir dalam acara tersebut Wali Kota Banjar, Wakil Wali Kota Banjar, Danyon 323 Raider, Ketua Pengadilan Agama, Kepala Kantor Kemenag, Ketua PN, perwakilan Kajari, para Kepala OPD, MUI Kota Banjar, para Alim Ulama, para Kepala KUA, pemohon Isbat Nikah, Kepala Desa, Lurah dan Camat, serta perwakilan Amil dan undangan lainnya.
  Ketua Pengadilan Agama Kota Banjar, Fachrurazi, S.Ag, M.Hi mengatakan pihaknya selalu berkomitmen membantu masyarakat, karena masih ditemukan perempuan hamil di luar pernikahan yang tentu saja tidak tercatat di KUA, ”mereka menikah namun tidak terdaftar,” katanya.
  Dia menambahkan bahwa pernikahan yang tidak terdaftar secara resmi, maka ketika mempunyai anak tidak bisa dibuatkan akta kelahiran, karena salah satu persyaratan untuk membuat akta kelahiran harus melampirkan buku nikah. Salah satu bukti sudah menikah adalah mempunyai akta nikah. “apabila tidak mempunyai akta dan ketika mempunyai anak ingin diakui secara hukum, maka tidak bisa,” terangnya, sehingga dengan adanya pelayanan terpadu yang melibatkan Kemenag, KUA dan Disdukcapil untuk mengeluarkan buku nikah, sehingga masyarakat bisa terbantu. Usianya bervariatif, dari mulai yang paling muda hingga yang paling tua. Dia juga menyebutkan bahwa diantara mereka ada yang sudah nikah siri selama bertahun-tahun, bahkan, rata-rata sudah memiliki anak dan cucu.
  Wali Kota Banjar, Hj. Ade Uu Sukaesih mengatakan bahwa mereka yang mengikuti sidang isbat nikah berasal dari keluarga kurang mampu, mereka sudah melaksanakan akad nikah tapi belum mendapatkan buku nikah sehingga belum sah dimata hukum, adanya sidang isbat nikah atau pengesahan nikah muslim yang dilaksanakan oleh Pemkot Banjar tersebut bekerjasama dengan Kantor Pengadilan Agama dan Kantor Kementerian Agama Kota Banjar.
  Acara ini sebagai upaya mensukseskan semua program kependudukan, karena bila tidak melakukannya, maka anaknya yang menjadi korban. ” Kalau sudah isbat nikah maka akan diterbitkan buku nikah yang nantinya juga dapat dipergunakan untuk membuat akta kelahiran anak, Kartu Identitas Anak (KIA) dan dokumen kependudukan lainnya”.
  Beliau menambahkan bahwa merupakan kewajiban Pemerintah untuk membantu masyarakat dalam memenuhi hak-haknya untuk memiliki dokumen kependudukan, karena kalau tidak ada buku nikah maka akan sulit menerbitkan akta kelahiran anak dan administrasi lainnya yang memerlukan buku nikah, makanya ini sangat penting sekali.
Sumber     : Bidang Komunikasi Diskominfo Kota Banjar
Diunggah  : Bidang Informatika Diskominfo Kota Banjar, 2019

About Kominfo Banjar

Check Also

Bhakti Siliwangi Manunggal Satata Sariksa di Desa Cibeureum

Salah satu  tujuan diselenggarakannya kegiatan BSMSS adalah memberikan motivasi sekaligus stimulant kepada masyarakat, karena melalui …

Monitoring dan Evaluasi Kesrak PKK-KKBPK-Kesehatan Tingkat Provinsi Jawa Barat

Dalam rangka monitoring dan evaluasi Kesrak PKK-KKBPK-Kesehatan Tingkat Provinsi Jawa Barat tahun 2019, Tim Monev Kesatuan Gerak …