Home / Berita Banjar / SERBA SERBI HARI JADI KOTA BANJAR KE -15

SERBA SERBI HARI JADI KOTA BANJAR KE -15

Plt. Wali Kota Banjar Fokus Sejahterakan Warga
   Kota Banjar memperingati Hari Jadi yang ke-15. Plt Wali Kota Banjar drg Darmadji Prawirasetia M.Kes mengaku akan akan berusaha merelisasikan semua yang diprogramkan, salah satunya banyak membuka lapangan pekerjaan dan memudahkan para investor masuk ke Kota Banjar.
  Pihaknya juga mengaku akan meningkatkan daya beli masyarakat yang sejauh ini dianggap masih rendah. “Daya beli masyarakat akan meningkat jika tersedia lapangan pekerjaan yang memadai dan banyak,” ungkapnya usai upacara peringatan Hari Jadi ke-15 Kota Banjar di Lapangan Bhakti Taman Kota Selasa (20/2).
   Dia juga berharap investor yang mau berinvestasi di Kota Banjar bisa menyerap banyak tenaga kerja dengan memprioritaskan pekerja dari Kota Banjar. Dengan begitu, jumlah pengangguran sedikit demi sedikit berkurang. “Hal itu yang menjadi visi misi Kota Banjar,” imbuhnya.
   Sementara itu, dirinya berharap di usia yang ke-15, Kota Banjar semakin maju dan masyarakat sejahtera. Bersama-sama mencapai hal tersebut dengan kerja keras dan usaha.
Paripurna Perdana Pakai Baju Adat
   Rapat paripurna istimewa memeringati Hari Jadi ke-15 Kota Banjar digelar di ruang rapat DPRD Kota Banjar Rabu (21/2/2018). Namun ada yang berbeda dalam rapat kali ini. Dari mulai Plt Wali Kota Banjar, drg Darmadji Prawirasetia, M.Kes, pimpinan dan anggota dewan, kepala dinas dan para tamu undangan menggunakan pakaian adat khas Sunda, beskap.
  Ketua DPRD Kota Banjar Dadang R Kalyubi mengatakan penggunaan pakaian adat merupakan ide anggota dewan yang ingin tampil berbeda di usia Kota Banjar yang ke-15. “Ini yang pertama kali rapat paripurna istimewa pakai baju adat Sunda,” ujarnya usai rapat paripurna istimewa.
   Menurut Dadang, penggunaan pakaian adat untuk ikut melestarikan budaya tradisional. Dirinya berharap di Hari Jadi ke-15 Kota Banjar hubungan antara eksekutif dan legislatif semakin baik. “Terus ke depan bagaimana cara meningkatkan daya beli masyarakat dan paling utama membuka lapangan pekerjaan,” katanya.
   Plt. Wali Kota Banjar drg Darmadji Prawirasetia menambahkan peringatan Hari Jadi Kota Banjar jangan hanya menjadi histori dan kenangan tapi harus siap membangun kedepannya lebih baik lagi. “Kita akui pembangunan Kota Banjar selama 15 tahun ini signifikan, namun juga harus dibarengi dengan pembangunan SDM dan lainnya,” ungkapnya.
Pameran Pembangunan di Sekitar Alun-Alun Langensari.
   Memeringati Hari Jadi Kota Banjar, Pemerintah Kota Banjar menggelar pameran pembangunan di sekitar Alun-Alun Langensari. Pada kegiatan itu ditampilkan berbagai progres pembangunan dan produk UMKM.
Plt Wali Kota Banjar drg Darmadji Prawirasetia MKes mengatakan kegiatan peringatan Hari Jadi biasanya dilaksanakan di pusat kota. Namun di usia ke-15 sengaja dilaksanakan di Langensari karena ingin semua masyarakat merasakan kemeriahan Hari Jadi Kota Banjar. “Dilaksanakan selama seminggu. Mulai 19 hingga 25 Februari dengan berbagai macam kegiatan, hiburan musik, kesenian dan lainnya,” ujarnya Senin (19/2/18).
    Dia berharap dengan adanya keramaian, dapat meningkatkan aktivitas perekonomian masyarakat, khususnya bagi para pedagang di sekitar lokasi kegiatan. “Itu jelas bisa dirasakan oleh masyarakat. Banyak kerumunan orang otomatis terjadi transaksi jual beli di sekitar kegiatan,” tuturnya.
  Camat Langensari Asno Sutarno mengatakan kegiatan Hari Jadi Kota Banjar disambut baik warga, terlebih perayaannya dilakukan di Langensari. “Sekaligus memperkenalkan masyarakat kota, Kecamatan Langen sama halnya seperti Banjar. Ada yang bilang ini kota kedua Banjar,” cetusnya.
Festival dan Karnaval Pembangunan
 Kecamatan Langensari direncanakan menjadi kota kedua Kota Banjar. Pembangunan pun terakhir ini lebih banyak dipusatkan di wilayah Langensari, dibanding kecamatan lainnya di Kota Banjar.
  Menyusul aneka pertimbangan tersebut, Pemkot Banjar memilih menggelar festival dan karnaval pembangunan memperingati Hari Jadi Kota Banjar ke- 15 di Alun-alun Langensari selama sepekan, mulai Senin (19/2/2018). “Karnaval pembangunan yang dipusatkan di Langensari sekarang ini, merupakan tahun pertama sejak 15 tahun terbentuknya Kota Banjar. Diharapkan dari kegiatan ini ada pemerataan keramaian dan perekonomian di Kota Banjar,” ujar Plt. Walikota Banjar, H. Darmadji Prawirasetia. Lebih lanjut dia mengatakan, upaya pemerataan pembangunan di Kota Banjar, terakhir ini banyak pembangunan infrastruktur yang dipusatkan di wilayah Kec Langensari. Terkait digelarnya festival dan karnaval pembangunan di Kec Langensari ini, diharapkan mampu memberikan hiburan untuk masyarakat Banjar.
   Bersamaan momen memperingati Hari Jadi Kota Banjar ke-15 tahun 2018 ini. Diharapkan dia, “Banjar Gumilang Caang Baranang “. Hal itu, sesuai harapan para pendiri Kota Banjar dan Pemkot Banjar.
   Camat Langensari, H. Asno Sutarno dan Sekretaris Kecamatan Langensari, sekaligus Ketua Panitia Hari Besar Nasional (PHBN) Kec Langensari, Ajat Sudrajat, menyatakan, even yang digelar melibatkan peserta tingkat kota ini, berhasil dilaksanakan Pemerintah Kecamatan Langensari. “Alhamdullilah, Pemerintah Kecamatan Langensari dipercaya menjadi penyelenggara pameran pembangunan tingkat Kota Banjar. Dari acara ini dirasakan ada dampaknya bagi perekonomian di Kec Langensari, semua pedagang mengaku laris berjualan,” ucap H. Asno.
   Dijelaskan Sekmat Langensari, Ajat Sudrajat, jumlah peserta yang berpartisipasi meramaikan even festival dan karnaval pembangunan berkisar 5000 orang. Itu, terdiri para pelajar, perwakilan OPD, perwakilan desa/kelurahan dan sejumlah stakeholder terkait lainnya. “Karnaval pembangunan ini dimeriahkan pagelaran budaya kuda lumping. Kecamatan Langensari terkenal mempunyai grup kuda lumping terbanyak di Kota Banjar, mencapai belasan grup yang terdata selama ini,” kata H. Asno. Sejumlah masyarakat Langensari mengaku terhibur menyusul banyaknya kegiatan tingkat Kota Banjar yang digelar di wilayah Langensari akhir-akhir ini. “Seharusnya Langensari diperhatikan dalam segala hal pembangunan. Apalagi, Kecamatan Langensari menjadi segitiga emas. Perbatasan Jabar-Jateng dan Kab Ciamis ,”ujar Reni, seorang mahasiswi asal Langensari.
Pameran dan Kontes Bonsai Tingkat Nasional yang digelar di Kota Banjar
   Ratusan penggemar bonsai se-Indonesia mengikuti Pameran dan Kontes Bonsai Tingkat Nasional yang digelar di Kota Banjar. Gelaran tersebut dibuka langsung oleh Ketua Dewan Kerajinan dan Seni Daerah (Dekranasda) Kota Banjar, H. Herman Sutrisno. Kegiatan yang digelar dari Selasa-Minggu (20-25/02/2018) itu diikuti oleh peserta dari 33 kota/kabupaten di Indonesia, seperti, Bali, Madura Jatim, Surabaya, Jepara, Semarang, Wonosobo, Purworejo, Kebumen, Banyumas, Cilacap, Bandung, Bandung Barat, Cirebon, Tangerang, Cianjur, Bogor, Depok, Garut, Sumedang, Tasikmalaya, Ciamis, Pangandaran, Banjar, serta kota.kabupaten lainnya.
   Untuk gelaran kontes di tahun 2018 ini, kini naik menjadi empat kelas, yakni kelas Prospek (bakalan), Regional, Madya, dan Utama. Tak hanya itu, gelaran ini pun dimeriahkan oleh bursa bonsai dan teknik pelatihan pembuatan bonsai.
   H.Herman Sutrisno, dalam sambutannya mengatakan, dirinya mengucapkan terima kasih atas dilaksanakannya gebyar bonsai ini. Menurutnya, pameran bonsai ini adalah salah satu kegiatan inovatif dan kreatif yang terlihat mudah, namun susah untuk dilaksanakan. “Saya sangat mengucapkan terima kasih sekali disamping bisa mempromosikan Kota Banjar, juga dapat merangsang generasi muda, khususnya penggemar bonsai. Sebab, saya melihat di Banjar banyak potensi penggemar bonsai. Oleh karena itu, saya berharap ke depan Banjar menjadi sumber bonsai,” kata Herman.
   Ketua panitia, Endang Hidayat, mengatakan, pameran dan kontes bonsai kali ini sangat luar biasa. Pameran ini pun kini sudah naik tingkat ke tingkat kelas Utama, di mana naik ke tingkat Utama tersebut tidaklah mudah karena harus melalui berbagai proses. “Kontes kali ini luar biasa, In shaa Allah tahun 2019 kita dari perwakilan Banjar akan mengikuti kontes tingkat Asia Pasifik di Vietnam,” terangnya. Masih kata Ehid, sapaan akrab Endang Hidayat, bahwa dalam kontes dan pameran bonasi di Kota Banjar ini, ada salah satu bonsai jenis Sianci yang dibandrol dengan harga Rp.1,2 miliar. Bonsai tersebut milik Suroso, peserta dari Jakarta.
   Di tempat yang sama, Ketua Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Kota Banjar, Nana Suryana, mengaku dirinya merasa kaget, lantaran peserta dalam pameran ini membludak. Menurutnya, dari ujung Timur Pulau Jawa hingga ujung Barat, semua hadir dalam kontes dan pameran tersebut.
   “Ini tahun ke empat, alhamdulillah pesertanya membludak dan mereka yang mengikuti rata-rata para jawara yang selalu menang dalam kontes di daerahnya masing-masing. Kegiatan ini pun untuk meningkatkan sportifitas dan menghargai setiap perbedaan. Pada initinya, untuk menjadi ajang silaturahmi dengan sesama anak bangsa,” ucapnya. Nana berharap, dengan adanya acara ini, Kota Banjar bisa lebih dikenal lagi, karena menurutnya orang dari luar daerah jika menyebut nama Banjar, yang mereka tahu hanya Banjarnegara atau Banjarmasin.
   Sementara itu, Litbang PPBI Pusat, Bambang Suroso, menilai, Kota Banjar semakin tahun semakin meningkat. Menurutnya, PPBI Kota Banjar sudah cukup berhasil lantaran dapat memaksimalkan sumber daya yang ada di daerahnya. “PPBI Kota Banjar mantap, ini kali kedua kami datang ke sini, dan memang banyak kemajuan dan peningkatan karena PPBI Kota Banjar rutin menggelar acara seperti ini. Semoga tahun depan gelaran kontes dan pameran yang digelar PPBI Banjar, bisa naik ke tingkat Bintang,” kata Bambang. Kegiatan pameran dan kontes Bonsai yang digelar di halaman parkir Banjar Water Park Kota Banjar ini merupakan dalam rangka HUT Kota Banjar yang ke-15.
Sumber        : Humas Setda Banjar
Diunggah     : Bidang Informatika Diskominfo Kota Banjar, 2018

About Kominfo Banjar

Check Also

KUNKER WALI KOTA BANJAR KE DESA MULYASARI

   Rabu, 17 Oktober 2018, Wali Kota Banjar, DR. Hj. Ade Uu Sukaesih, M.Si melakukan …

Wali Kota Banjar Jenguk Korban Gempa Palu

   Wali Kota Banjar, Hj. Ade Uu Sukaesih menjenguk korban bencana gempa Palu Sulawesi Tengah …