Home / Berita Banjar / SERBA- SERBI AKHIR MEI 2019

SERBA- SERBI AKHIR MEI 2019

Mudik Lebaran, Polres Banjar Bentuk Tim Penolong Terpadu
 
  Untuk menghadapi mudik dan balik Lebaran 2019, Polresta Banjar menyatakan siap dalam mengoptimalkan pelayanan. Sehingga dibentuk tim yang diterjunkan untuk menghadapi berbagai kendala dilapangan. Diantaranya, tim penolong terpadu dalam menangani kecelakaan dan kemacetan selama arus mudik Lebaran 2019. Salah satunya menyiagakan mekanik atas kerjasama Polisi dengan komunitas motor dan mobil di Kota Banjar. “Tim ini nantinya akan mengatasi kemacetan yang disebabkan adanya kendaraan mogok. Tim mekanik kami kerja sama dengan komunitas sepeda motor dan mobil,” jelas Kapolres Banjar, AKBP Yulian Perdana, saat Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lodaya 2019, di halaman Mapolres Banjar, Selasa sore, 28 Mei 2019. Tim mekanik, akan disebar di sejumlah titik yang dianggap rawan macet. Selain itu, tim akan siaga di enam pos pelayanan yang dibentuk Polres Banjar. Selain tim mekanik, ada pula tim penolong lainnya. Tim ini siaga membantu pemudik jika ada yang sakit selama di perjalanan. “Kita dibantu Dinas Kesehatan, PMI, dan Pramuka,” jelasnya.
  Kapolres Banjar, AKBP Yulian Perdana mengatakan untuk pengamanan mudik operasi ketupat lodaya 2019 ini menerjunkan 600 personel, terdiri dari 360 anggota Polres Banjar dan sisanya dari lintas sektoral, TNI, Dishub, Satpol PP, PMI, Dinas Kesehatan dan Pramuka. Terkait arus mudik yang akan melintasi Kota Banjar, Kapolres memprediksi tidak akan signifikan dibanding dengan mudik di tahun 2018 lalu. Seiring dengan semakin baiknya infrastruktur tol di wilayah utara. “Meski rentang jalur selatan yang melintasi wilayah Banjar tergolong pendek hanya 12 kilometer, namun Polres Banjar siap secara maksimal mengawal para pemudik yang menuju wilayah Jawa Tengah. Karena Kota Banjar merupakan daerah paling ujung Jawa Barat yang berbatasan langsung dengan Jawa Tengah,” pungkasnya.
70 Kanalpot Bising Digilas, Hasil Razia Polres Banjar
  Sebanyak 70 knalpot bising hasil sitaan Satuan Lalu Lintas Polres Banjar, dimusnahkan dengan cara digilas dengan alat berat oleh Wali Kota Banjar, Hj. Ade Uu Sukaesih di halaman Mapolres, Selasa, 28 Mei 2019 sore. Kegiatan itu disaksikan pula Kapolres Banjar, AKBP Yulian Perdana beserta jajaran Forkopimda Kota Banjar lainnya.
  Kasatlantas Polres Banjar, AKP. Dasang Supriadi, usai kegiatan mengatakan, knalpot bising tersebut merupakan hasil razia selama bulan Ramadan tahun ini. “Kita rutin razia pagi hingga sore hari,” katanya. Saat razia, kata dia, petugas ada yang meminta pengendara mencopot langsung knalpot bisingnya dan diganti knalpot standar, dilokasi razia. Selain itu ada pula sepeda motor yang dibawa ke Mapolres. “Pemilik kami tilang dan diwajibkan mengganti dengan knalpot standar,” tegasnya. Menurut Dadang, hampir 90 persen pemilik knalpot bising yang dirazia adalah pelajar.Oleh karenanya, dia mengimbau anak sekolah untuk memakai knalpot sesuai standar.“Pakai knalpot yang sesuai ketentuan Undang-undang,” ucapnya. Dia menegaskan, pemakaian knalpot bising sangat mengganggu kenyamanan pengendara lain dan masyarakat yang rumahnya dilintasi sepeda motor berknalpot bising.
MOBIL DINAS DILARANG PAKE MUDIK
 
Wali Kota Banjar melarang pejabat ataupun ASN di lingkungan pemerintahannya menggunakan mobil dinas untuk kepentingan mudik 2019. Wali Kota Banjar menegaskan larangan tersebut sudah disampaikan oleh pihaknya ke semua SKPD dan pegawai ASN melalui surat edaran. “Saya sudah sosialisasikan surat edaran larangan penggunaan mobil dinas untuk kepentingan mudik lebaran. Silakan mobil dinas dipakai jika itu ada kepentingan dinas, itu tidak masalah,” tegasnya, Selasa, 28 Mei 2019.
  Beliau menambahkan masyarakat diminta dapat melaporkan apabila melihat atau menjumpai ASN atau pejabat yang menggunakan mobil dinas untuk lebaran. “Misalkan saya ke pasar untuk mengecek harga kan tidak apa-apa, itu tugas dinas. Sekali lagi, sampaikan ke saya kalau lihat ada yang pakai itu (mobdin) saat mudik,” pungkasnya.
  Diketahui, pelarangan penggunaan mobil negara untuk kepentingan pribadi seperti halnya mudik sebagaimana Surat Edaran Kemendagri  Nomor 003.2/3975/SJ dan Surat Edaran Nomor 003.2/3976/S yang ditandatangani oleh Sekretaris Jenderal Kemendagri Hadi Prabowo pada 16 Mei 2019 lalu. Dalam surat itu, ASN dilarang menerima gratifikasi, baik berupa uang, fasilitas, parsel, serta pemberian lainnya yang berkaitan dengan jabatan. Surat edaran yang dibagikan ke semua kepala daerah itu merupakan respon Kemendagri atas surat edaran dari KPK No. B/3956/GTF 00.02/01-13/05/2019 tanggal 8 Mei 2019. Surat tersebut berisi imbauan agar ASN tidak menerima bingkisan pada saat lebaran. Sebab, gratifikasi rentan terjadi dan kerap mendompleng pada peristiwa keagamaan.
 
Sumber     : Bidang Komunikasi Diskominfo Kota Banjar
Diunggah  : Bidang Informatika Diskominfo Kota Banjar, 2019

About Kominfo Banjar

Check Also

Apel Konsolidasi

  Selama bulan Ramadan hingga Hari Raya Idul Fitri 1440 H, Polres Banjar bersama jajaran …

Serah Terima Jabatan Direktur PDAM Tirta Anom Kota Banjar

  Rabu, 12 Juni 2019 berlangsung Acara Serah Terima Jabatan Direktur PDAM Tirta Anom Kota …