Home / Berita Banjar / SERBA-SERBI AKHIR MARET 2018

SERBA-SERBI AKHIR MARET 2018

Inspektorat Diminta Investigasi Dugaan Pemalsuan SP Honorer
  Plt. Wali Kota Banjar Darmadji Prawirasetia meminta Inspektorat melakukan investigasi mengenai kasus dugaan pemalsuan Surat Perintah (SP) Honorer. Beliau juga meminta organisasi perangkat daerah (OPD) yang disebut dalam SP Honorer itu mengklarifikasi bahwa tidak pernah melakukan rekrutmen tenaga honorer sesuai SP Honorer yang diterima para korban.
   Saya sudah menyampaikan masalah ini dalam rapat koordinasi (rakor). Secara internal kita akan melakukan investigasi,” kata H. Darmadji, Rabu, 28 Maret 2018. Menurutnya SP Honorer yang keluar dibuat oleh orang yang tidak bertanggungjawab.
  Beliau menduga kasus ini merupakan jaringan lama. “Investigasi untuk mencari kebenaran, apakah dugaan yang mencuat terhadap salah satu oknum ini terbukti atau malah temuannya lebih dari pada itu. Bisa jaringan atau ada aktor intelektualnya,” katanya.
   Plt. Wali Kota mengingatkan kembali masyarakat untuk tidak terjebak iming-iming penerimaan tenaga honorer, apalagi dengan menggunakan uang pelicin. Sebab, OPD saat ini sesuai PP 48 tidak ada penerimaan tenaga honorer. “Saya juga sampaikan kepada camat dan seluruh kepala desa untuk menyampaikan ke masyarakat supaya jangan percaya terhadap oknum yang meminta uang dengan iming-iming bisa meloloskan menjadi tenaga honorer,” katanya.
   Hal senada disampaikan Asisten Bidang Pemerintahan dan Pemberdayaan Aparatur Setda Kota Banjar  H. Tomy Subagja. Dia mencurigai kasus ini diotaki aktor intelektual maupun jaringan. “Saya kira ini ada aktor intelektualnya,” katanya.
   Sebelumnya, dikatakan dia, bahwa kasus dugaan pemalsuan SP Honorer yang menyebabkan korbannya merugi puluhan juta per orang sempat mencuat pada 2013 silam. “Dulu pelakunya belum bisa dijerat karena mungkin polisi tidak cukup bukti. Sekarang kembali ada lagi kasus yang sama,” kata Tomy.
Angka Kemiskinan Di Banjar Masih Tinggi
    Berdasarkan data yang tercatat di Baznas, dari total penduduk 201.000 jiwa pada tahun 2017, sebanyak 13.420 jiwa diantaranya merupakan warga miskin. Sementara rumah tidak layak huni di Kota Banjar mencapai 5.878 unit.
  “Kita harus berupaya mengolaborasikan semua program kemiskinan sehingga angka kemiskinan bisa kita tekan,” ujar Plt Wali Kota Banjar sekaligus Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD), drg. H. Darmadji Prawirasetia, M.Kes, Selasa, 27 Maret 2018. Menurut beliau untuk mengurangi jumlah kemiskinan tidak bisa ditangani sendiri. Pemerintah kota butuh campur tangan juga dari pemerintah pusat.
   Meski saat ini pemerintah telah menggulirkan banyak program dalam upaya mengurangi jumlah kemiskinan, namun yang menjadi persoalan di antaranya ketidakcocokan data riil di lapangan dengan nilai program yang diturunkan. “Jika terjadi kenaikan inflasi maka akan berdampak terhadap peningkatan jumlah warga miskin,” katanya.
  Plt Bappeda Kota Banjar, Drs H Yuyung Mulya Sungkawa,MM tengah berupaya untuk memaksimalkan pengurangan jumlah kemiskinan lima tahun ke depan. “Rencana pemkot dalam upaya menekan angka kemiskinan semoga terealisasi sehingga program yang digulirkan pemerintah saat ini bisa bermanfaat,” katanya.
Pengidap HIV Didominasi LSL
   Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kota Banjar mencatat ada sebanyak 260 warga yang terinfeksi HIV di Kota Banjar. Hal itu hasil pemetaan dari kalangan lelaki suka lelaki (LSL), waria dan wanita penjaja seks (WPS).
  Pengelola Program KPA Kota Banjar, Boni Mastriolani mengatakan jumlah pengidap HIV di Kota Banjar bertambah. Sebelumnya hanya 249 orang. Saat ini yang sudah diverifikasi sebanyak 260 orang yang terjangkit HIV, ditambah 27 orang yang belum terverifikasi. “Penambahan pengidap masih didominasi dari kalangan LSL. Usia produktif tentunya berkisar 15-39 tahun,” ujarnya, Selasa 27 Maret 2018.
   Terakhir, pihaknya, sudah melakukan voluntary counseling test (VCT) di wilayah Langensari. Dari 58 LSL, sebanyak 6 orang diantaranya terinfeksi HIV. “Upaya ada, tapi hanya sebatas sosialisasi dan pemberian alat kontrasepsi,” ungkapnya.
Jaga Kondusivitas, Sisir Preman dan Gepeng
  Hingga 4 April 2018 anggota Polres Banjar akan menggelar Operasi Bina Kusuma Lodaya 2018. Sasarannya premanisme serta gelandangan dan pengemis (gepeng) di Kota Banjar.
   “Operasi ini lebih mengedepankan fungsi Binmas dengan memberikan penerangan dan pembinaan serta penyuluhan,” kata Kapolres Banjar AKBP Twedy AB, S.Sos, S.Ik, Mh, Selasa 27 Maret 2018.
   Menurut Kapolres Operasi Bina Kusuma Lodaya 2018 bertujuan memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat dari gangguang gepeng, premanisme, pengamen dan lain sebagainya. “Sasaran lokasi dari operasi ini diantaranya akan menyisir sekitar perbankan, pasar, stasiun dan terminal,” terangnya.
   Dia juga menjelaskan setiap melakukan kegiatan operasi ini akan mengedepankan intelijen terlebih dahulu. Hal itu dianggap penting sehingga tepat sasaran. “Kami sudah melaksanakan apel yang melibatkan satu pleton gabungan. Meliputi satu pleton Dalmas, satu pleton Sat Reskrim, satu pleton Sat Intelkam dan satu pleton ASN,” katanya.
 
Sumber        : Bagian Humas Setda Kota Banjar
Diunggah     : Bidang Informatika Diskominfo Kota Banjar, 2018

About Kominfo Banjar

Check Also

UPACARA HARI KESADARAN NASIONAL & APEL GABUNGAN SERTA PENGAMBILAN SUMPAH DAN PELANTIKAN PEGAWAI NEGERI SIPIL FORMASI BIDAN PTT DAN PENYULUH PERTANIAN DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KOTA BANJAR TAHUN 2018

   Senin, 17-09-2018 berlangsung Acara Upacara Hari Kesadaran Nasional & Apel Gabungan serta Pengambilan Sumpah …

SEPEDA NUSANTARA ETAFE MANDALAREH

   Minggu, 16 September 2018 benar-benar menjadi hari yang bahagia bagi masyarakat Kota Banjar, khususnya …