Home / Berita Banjar / Perwal HIV/AIDS Lambat Diterbitkan,15 ODHA Meninggal Dunia

Perwal HIV/AIDS Lambat Diterbitkan,15 ODHA Meninggal Dunia

  Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) Kota Banjar sampai Oktober 2017 tercatat 250 orang, semuanya dinyatakan positif. Mulai November 2017 sampai Januari 2018 bertambah 20 orang.
   “Penambahan 20 orang terjangkit HIV/AIDS itu masih tahap verifikasi sekarang ini, belum positif. Kendati itu, keberadaan jumlah yang terjangkit virus tersebut dan terus bertambahnya itu di Kota Banjar sudah sangat memprihatinkan,” kata Ketua Komisi Penanggulangan AIDS Kota Banjar, sekaligus Plt Wali Kota Banjar, H.Darmadji Prawirasetia, di ruang Rapat III Setda Banjar, Rabu, 14 Maret 2018.
   Pernyataan tersebut disampaikan disela-sela acara rapat kerja tindak lanjut rencana penerbitan Perwal HIV/AIDS bersama Dinas Kesehatan Banjar, Bagian Hukum Setda Banjar, KPA Banjar, LSM Peduli HIV/AIDS dan para kader penanggulangan HIV/AIDS di Kota Banjar.
  Menyusul kenyataan jumlah yang terus bertambah tersebut, dikatakan dia, dinilai penting segera diterbitkan payung hukum yang mengatur terkait penanggulangan dan antisipasi penyebaran HIV/AIDS di Kota Banjar. “ Proses penerbitan Perda itu diperlukan waktu yang panjang. Berhubung situasi yang mendesak dan perlu penanganan serius itu, maka mesti segera diterbitkannya Perwal HIV/AIDS di Kota Banjar. Mudah-mudahan bulan ini secepatnya sudah bisa diterbitkan Perwal tersebut,” ujar H. Darmadji.
   Dijelaskan dia, terlihat situasi mendesak penambahan jumlah yang terjangkit HIV/AIDS di Kota Banjar itu sangat jelas. Terbukti, pada tahun 2004 itu hanya empat orang saja dan sampai Januari 2018 diperkirakan sudah mencapai 250 orang. “ dari jumlah itu sebanyak 15 orang sudah meninggal dunia. Lebih miris lagi, dari 250 orang yang terjangkit HIV/AIDS itu, sebanyak 100 orang berasal dari kalangan Laki Suka Laki (LSL),” ucap H.Daramadji.
  Menyusul kenyataan tersebut, dia berharap dukungan semua pihak untuk andil mengantisipasi penyebaran HIV/AIDS di Kota Banjar. Termasuk, OPD di lingkungan Pemkot Banjar sampai tingkat Desa/Kelurahan di Kota Banjar. Bagian Program KPA Banjar, Boni Mastriolani, Aktivis Peduli HIV/AIDS, Eva, kader wanita, Nurjanah dan Rika, memberikan respon positif atas rencana diterbitkan payung hukum terkait HIV/AIDS di Kota Banjar. “Payung hukum itu selalu dipertanyakan saat kami sosialisasi penanggulangan HIV/AIDS di Kota Banjar. Berlatar kondisi emergency, ditengah kerja yang berat dengan jumlah yang terjangkit HIV/AIDS terus menerus bertambah sekarang ini,” ujar Boni dan Eva.
Sumber        : Bagian Humas Setda Kota Banjar
Diunggah     : Bidang Informatika Diskominfo Kota Banjar, 2018

About Kominfo Banjar

Check Also

Manfaatkan Media Sosial dan E-Commerce

   Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa sekarang adalah era teknologi, era globalisasi dan era milenial …

Daftar Seleksi CPNS 2018 Terpusat, Tidak Ada Lagi Portal Registrasi Mandiri

   (Tangerang). Deputi Bidang Sistem Informasi Kepegawaian (Sinka) BKN Iwan Hermanto mengemukakan, untuk mekanisme pendaftaran …