Home / Berita Banjar / Musrebang RPJMD Kota Banjar 2018-2023, Soroti Exit Tol Bandung-Banjar dan Stasiun KA Tujuan Pangandaran

Musrebang RPJMD Kota Banjar 2018-2023, Soroti Exit Tol Bandung-Banjar dan Stasiun KA Tujuan Pangandaran

Pembangunan jalan tol yang direncanakan dari Bandung – Banjar, terakhir ini diwacanakan akan diperpanjang sampai Cilacap, Provinsi Jawa Tengah. Pembangunan tol tujuan Banjar itu, sebagai program lanjutan setelah selesainya rencana pembangunan tol rute Gedebage-Majalaya (Kab Bandung)-Kab. Garut-Kab. Tasikmalaya-Kota Tasikmalaya atau lebih dikenal Tol Cigatas itu.
  Kota Banjar menolak hanya dijadikan lintasan dari pembangunan jalan tol tersebut. Seiring ada informasi exit tol itu akan dibangun di wilayah Kecamatan Langensari, Kota Banjar sekitar Perbatasan Jabar-Jateng.
  Wakil Wali Kota Banjar, Nana Suryana, mengungkapkannya, disela-sela acara Musyarawah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) untuk Penyusunan Rencana Pembangunan Jangan Menengah Daerah (RPJMD) Kota Banjar 2018 – 2023, di aula Setda Banjar, Senin, 29 April 2019.
  Menurutnya, jika exit tol Bandung – Banjar itu di Langensari, otomatis Kota Banjar hanya jadi penonton dari pembangunan tol tersebut nantinya. “Dipastikan dengan segala kekuatan, kami siap memperjuangkan supaya exit tol Bandung-Banjar nanti, tetap dibangun sekitar wilayah Kelurahan Purwaharja, Kec Purwaharja, Kota Banjar,” tutur Nana Suryana.
  Lebih lanjut beliau berharap pembangunan jalan tol Bandung-Banjar mendatang, membawa dampak positif bagi Kota Banjar. Dirasakan langsung meningkatkan mampu perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Kota Banjar.
  Exit tol yang terletak di bagian Barat Kota Banjar atau Purwaharja itu, otomatis perekomian daerah sekitar jadi terdongkrak. Misal, itu semua akan dirasakan para pelaku usaha, tukang ojek, tukang becak dan usaha lainnya,” tutur Nana.
  Bersamaan itu, Wakil Wali Kota Banjar juga menuntut agar di Kota Banjar ada dua stasiun kereta api. “Kami mendukung reaktifasi kereta api tujuan Pangandaran. Syaratnya, stasiun tujuan Pangandaran diharuskan dibangun terpisah dari stasiun utama dengan jarak sekitar 2 km saja,” ucap Nana.
  Ditegaskan Nana, tuntutan seperti ini seringkali disampaikan diberbagai rapat kerja, baik tingkat provinsi maupun nasional. Semua itu diperjuangkan, supaya Kota Banjar bisa merasakan dari pembanguan nasional itu. “Jika Stasiun di Banjar hanya satu. Maka, penumpang kereta api tujuan Pangandaran nanti, tidak turun dahulu di Kota Banjar. Kerugian ini akan dirasakan pelaku usaha di Kota Banjar, termasuk tukang ojeg dan tukang becak nantinya. Akibat banyak yang menjadi pengangguran,” katanya.
  Lebih lanjut beliau juga berharap rencana pembangunan Kota Banjar sinkron dengan rencana pembanguan tingkat Provinsi Jabar sampai tingkat Nasional. “Kami, Pemkot Banjar dan DPRD Kota Banjar sudah sepakat, semua pembangunan di Banjar supaya sinkron dan ada harmonisasi mulai daerah sampai pusat,” ujarnya.
  Ketua DPRD Kota Banjar, Dadang R Kalyubi, mendukung semua pembangunan di Kota Banjar, agar pro masyarakat Banjar secara luas. “Exit tol di Langesari atau Stasiun Kereta Api tujuan Pangandaran hanya ada satu seperti yang ada sekarang ini, diprediksi akan lebih banyak warga Banjar yang jadi penonton saja. Kondisi harus diantisipasi sejak dini,” ujar Dadang.
 
Sumber     : Bidang Komunikasi Diskominfo Kota Banjar
Diunggah  : Bidang Informatika Diskominfo Kota Banjar, 2019

About Kominfo Banjar

Check Also

Sholat Istisqo di Kecamatan Purwaharja

Kemarau panjang yang terjadi di beberapa daerah menggerakkan masyarakat untuk melaksanakan Shalat Istisqa. Kecamatan Purwaharja …

Tinjauan Sekolah Sehat

   Kamis, 17 Oktober 2019, Wali Kota Banjar, Dr. Hj. Ade Uu Sukaesih, M.Si melakukan …