LOKAKARYA PROGRAM KOTAKU

  Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) tahun ini akan menangani delapan desa dan kelurahan. Pemerintah pusat menggelontorkan anggaran Rp 10,5 miliar untuk program tersebut. “Tahun ini kita kerjakan untuk penanganan sanitasi dan air bersih. Sebab untuk penanganan jalan, sanitasi dan lainnya sudah kita kerjakan tahun-tahun sebelumnya,” kata Tenaga Ahli Program Monitoring Konsultan Provinsi Jawa Barat, Pranata Putra saat menggelar Lokakarya di Kota Banjar Rabu, 3 Juli 2019, di Toserba Padjajaran Banjar.
  Ia menjelaskan target Kotaku yakni pengurangan tempat kumuh hingga nol persen sesuai RPJM tahun 2015 sampai 2019. “Dari tujuh indikator kawasan kota yang kumuh, dua di antaranya di Kota Banjar adalah masalah sanitasi dan air bersih,” katanya.
 Pranata juga menyoroti soal pola hidup masyarakat di bantaran sungai. “Seperti kita ketahui ya, Kota Banjar ini merupakan satu-satunya kota yang dibelah dengan sungai, yakni oleh Sungai Citanduy. Dengan adanya itu, masyarakat harus hidup bersih dan sehat, karena apapun program dari pemerintah tidak akan berjalan baik jika masyarakatnya sendiri tidak bisa menjaga lingkungannya,” ujarnya.
  Wakil Wali Kota Banjar, Nana Suryana mengatakan program Kotaku akan rampung pada tahun 2019. Sejak diprogramkan, sudah tertangani hampir lebih dari 80 persen. Sisanya tahun ini 38 hektare dari target selama lima tahun 187 hektare. “Tahun 2017 sudah terealisasi sekitar 37 hektare, kemudian tahun 2018, 38 hektare penanganan kawasan kumuh. Target sudah diakomodir dalam program Kotaku tahun 2019, insyaallah akan rampung tahun ini dan anggaran terserap semua,” kata beliau.
 
Sumber     : Bidang Komunikasi Diskominfo Kota Banjar
Diunggah  : Bidang Informatika Diskominfo Kota Banjar, 2019

About Kominfo Banjar

Check Also

Rapat Koordinasi Teknis Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Ngawal Jawa Barat Zero New Stunting (NGABRING) Tahun 2022

Wakil Wali Kota Banjar, H. Nana Suryana, S.Pd., mengikuti Rapat Koordinasi Teknis Tim Percepatan Penurunan …

Wali Kota Buka Sosialisasi Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) Bagi Pelaku UKM

Wali Kota Banjar, Dr. Hj. Ade Uu Sukaesih, M.Si., membuka kegiatan Sosialisasi Peningkatan Penggunaan Produk …