Home / Berita Banjar / High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah

High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah

Dalam rangka memperkuat strategy Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Priangan Timur tahun 2020, Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya mengadakan acara High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah se-Priangan Timur, Rabu, 5 Februari 2020 di Kantor Bank Indonesia  Perwakilan Tasikmalaya, Jl. Sutisna Senjaya Tasikmalaya.
Acara ini dihadiri oleh Kepala Bank Indonesia Perwakilan Tasikmalaya, Heru Saptaji, Sekda Kota Tasik,  perwakilan dari Kabupaten Tasik, Kabupaten Ciamis, dan Kabupaten Pangandaran.
Wali Kota Banjar, Hj. Ade Uu Sukaesih juga hadir didampingi oleh Kadis Kominfo, Kadis PUPR, Kadis Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan, Kabag Ekbang Setda dan perwakilan Bappeda Banjar.
Dalam sambutannya, Sekda Tasikmalaya mengucapkan selamat datang kepada Pimpinan BI Jawa Barat yang telah hadir di Kota Tasikmalaya. Beliau sangat mengapresiasi atas terselenggaranya acara High Level Meeting TPID ini sehingga bisa menekan harga inflasi di wilayah Priatim, selain itu Pemerintah bekerja sama dengan BI akan terus menekan harga inflasi sehingga masyarakat tidak perlu khawatir tentang stok bahan pokok.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Tasikmalaya menjelaskan enam kesepakatan yang tertuang dalam strategi aksinya itu yakni pertama melakukan restrukturisasi TPID kabupaten/kota tentang Tim Pengendalian Inflasi Nasional (TPIN), Keputusan Menteri Dalam Negeri (Kepmendagri) RI tentang TPID dan Keputusan Gubernur Jawa Barat tentang TPID Provinsi Jawa Barat. Kedua memantau ketersediaan pasokan dan harga-harga kebutuhan pokok masyarakat. Ketiga berkoordinasi bersama pelaku usaha untuk mengatasi keterlambatan atau kekurangan stok kebutuhan pokok, penyimpangan atau penimbunan serta meminimalisir gangguan distribusi pasokan bahan kebutuhan pokok yang didukung dengan kesiapan moda angkutan. Meningkatkan pengawasan barang beredar agar masyarakat terhindar dari barang kedaluwarsa, barang selundupan serta barang impor yang tidak aman dikonsumsi atau digunakan. Kelima, melaksanakan operasi pasar murah (OPM) khusus beras dengan menggunakan cadangan pangan pemerintah. Keenam, meningkatkan kerja sama perdagangan antar daerah, terutama untuk komoditas-komoditas penyumbang inflasi di Priangan Timur.
Wali Kota Banjar memaparkan keberhasilan Kota Banjar yang telah bisa menekan tingkat inflasi di Kota Banjar pada posisi yang stabil dan cenderung menurun, keberhsilan ini ditunjang juga dengan adanya kerjasama dari seluruh OPD terkait, selain itu harga-harga kebutuhan bahan pangan di Kota Banjar relatif stabil dan ketersediaannya masih lebih dari tercukupi. Acara dilanjutkan dengan diskusi antara Pemerintah Daerah se-Priangan Timur dengan pihak Bank Indonesia perwakilan Tasikmalaya tentang penanggulangan inflasi daerah di wilayah Priatim.

Sumber     : Bidang Komunikasi Diskominfo Kota Banjar
Diunggah  : Bidang Informatika Diskominfo Kota Banjar, 2020

About Kominfo Banjar

Check Also

SPPT PBB-P2 Kota Banjar Tahun 2020 Naik 38,52 Persen

Pemerintah Kota Banjar, melalui Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD), menyampaikan Surat Pemberitahuan …

Jalan Bersih

Djarum resmi melaksanakan launching jalan bersih, di Lapang Manunggal Cikadu Karangpanimbal Kota Banjar, Minggu, 23 …