Home / Berita Banjar / Hari Lingkungan Hidup Se-Dunia Tingkat Kota Banjar

Hari Lingkungan Hidup Se-Dunia Tingkat Kota Banjar

Pemerintah Kota Banjar melalui Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjar melaksanakan Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tingkat Kota Banjar, acara tersebut mengangkat tema “Biru Langitku Hijau Bumiku”, yang berlangsung, Selasa, 27 Agustus 2019 bertempat di Taman Kota Lapang Bhakti Banjar.
  Acara ini dihadiri oleh Wali Kota Banjar, DR. Hj. Ade Uu Sukaesih, M.Si, Kapolres dan Ibu Kapolres, Kajari, Danyon 323 Raider, Pabung Kodim 0613 Ciamis, para Kepala OPD, Camat, Lurah dan para Kepala Desa serta pelajar se-Kota Banjar, BUMN dan BUMD serta undangan lainnya.
  Wali Kota Banjar mengatakan bahwa Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2019 ini sebagai wujud komitmen bersama seluruh pihak dalam berupaya mengatasi sampah plastik diberbagai belahan dunia termasuk juga di Indonesia. “Ini mengandung arti motivasi kerja sekuat tenaga untuk mengatasi sampah dan kerja sistematis dalam mengurangi sampah berkelanjutan melalui kegiatan daur ulang yang kita kenal dengan istilah 3R (Reduce, Reuse, Recycle) serta yang terpenting adanya kolaborasi usaha bersama baik dari pemerintah, masyarakat dan dunia usaha”, ujarnya.
  Berdasarkan data dari PBB mencatat setiap tahunnya terdapat 5 triliun kantong plastik yang digunakan di seluruh dunia. Sebanyak 13 juta ton sampah plastik menjadi polusi di lautan. Akibatnya sebanyak 100 ribu hewat di laut terbunuh setiap tahun. Sementara itu, perlu waktu hingga 100 tahun agar sampah plastik dapat terurai.
  Perhatian akan sampah plastik ini bukannya tanpa alasan. Meningkatnya penggunaan plastik yang berujung menjadi polusi di daratan dan lautan membuat PBB memilih fokus mengangkat dan menyelesaikan isu sampah plastik. Kondisi sampah plastik yang mengkhawatirkan ini mendorong PBB memerintahkan berbagai pihak untuk bertindak. PBB meminta pemerintah untuk memberlakukan kebijakan yang mengekang produksi penggunaan tunggal plastik. Sektor swasta juga diminta berinovasi dan bertanggung jawab atas sampah plastik yang diproduksi. Sementara setiap orang sebagai konsumen harus menolak menggunakan plastik sekali pakai.
  Emisi kendaraan bermotor merupakan sumber utama pencemaran udara, hampir mencapai 70%. Pemantauan hasil udara terburuk terjadi pada jam 7-10 dan 15-19 pada hari kerja. Pemerintah akan mendorong peralihan dari kendaraan pribadi ke transportasi massal. Secara nasional pencegahaan kebakaran hutan dan pemulihan ekosistem gambut juga prioritas berikutnya. Melalui 25 kebijakan teknologi diharapkan dapat menurunkan 20 persen karbon dioksida dan 45 persen emisi metan secara global yang akan menurunkan pemanasan global. Sebagai individu, kita semua diharapkan turut memerangi polusi udara. Untuk memasak harus menggunakan bahan bakar yang tidak menimbulkan polusi udara. Untuk menuju ke kantor, sekolah dan tempat lain lebih memilih transportasi umum, mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan meningkatkan jalan kaki.
  Beliau menambahkan bahwa untuk masalah polusi udara pemerintah akan mengendalikan semua sumber pencemaran udara dan fokus pada penanganan emisi kendaraan. Sebab berdasarkan data WHO Korban polusi udara di seluruh dunia diperkirakan 7 juta orang meninggal dini, ironisnya sekitar 4 juta terjadi di kawasan Asia Pasifik. Polusi udara juga merugikan ekonomi global sebanyak 5 triliun dolar setiap tahun dari segi kesejahteraan dan polusi ozon pada tingkat lahan, polusi udara diprediksi akan mengurangi produksi pangan hingga 26% pada tahun 2030. Caranya dengan mengembangkan program kebijakan bahan bakar setara Euro 4, merevisi baku mutu emisi pembangkit listrik tenaga thermal, pembangkit berbahan bakar biomasa, penggunaan kendaraan ramah lingkungan seperti kendaraan berbahan gas, kendaraan listrik dan LRT.
  Wali Kota juga menambahkan, apabila masyarakat berkomitmen untuk menjadikan sampah sebagai sahabat, baik sampah basah, kering dan plastik dengan cara mendaur ulang menjadi sesuatu yang berguna, Kota Banjar akan terbebas dari tumpukan sampah yang berserakan.
  Pada kesempatan yang sama Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjar, Drs. H. Yoyo Suharyono, M.Si menjelaskan, bahwa sampah plastik adalah sampah yang susah untuk dimusnahkan dan membutuhkan waktu tahunan, tapi disamping itu juga sampah plastik bisa diberdayakan menjadi nilai ekonomis, diantaranya bisa dijadikan ekobrik, kursi tamu dan sebagainya”, ujarnya.
  Lebih lanjut Kadis LH mengungkapkan, setiap harinya Kota Banjar menghasilkan sekitar 30 ton sampah, sampah tersebut bisa berkurang sekitar 5 ton perhari setelah dipilah di Tempat Pembuangan Sementara (TPS),itu bisa, sehingga sekitar 25 ton sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan ini juga bisa menambah umur panjang TPA di Kota Banjar, ungkapnya. “Kami selalu mensosialisasikan kepada masyarakat bahwa sampah plastik terutama itu ada nilai ekonomis dan bisa menambah penghasilan dengan cara menjualnya ke Bank Sampah, sampai saat ini sudah terbentuk 50 Bank Sampah di seluruh desa dan kelurahan yang ada di Kota Banjar”, tambahnya, serta menghimbau kepada masyarakat untuk menjaga lingkungan, apalagi musim kemarau seperti saat ini, janganlah membakar sampah sembarangan apalagi tidak diawasi, biarkanlah sampah itu tidak harus dibakar karena lama kelamaan sampah tersebut akan membusuk, terutama masyarakat yang berdampingan dengan hutan sebab itu bisa menimbulkan kebakaran hutan.
 
Sumber     : Bidang Komunikasi Diskominfo Kota Banjar
Diunggah  : Bidang Informatika Diskominfo Kota Banjar, 2019

About Kominfo Banjar

Check Also

Sholat Istisqo di Kecamatan Purwaharja

Kemarau panjang yang terjadi di beberapa daerah menggerakkan masyarakat untuk melaksanakan Shalat Istisqa. Kecamatan Purwaharja …

Tinjauan Sekolah Sehat

   Kamis, 17 Oktober 2019, Wali Kota Banjar, Dr. Hj. Ade Uu Sukaesih, M.Si melakukan …