Home / Berita Banjar / Gerakan Indonesia Bersih, Kejari Kota Banjar

Gerakan Indonesia Bersih, Kejari Kota Banjar

Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Banjar dan Ikatan Adhyaksa Dharmakarini Daerah Kota Banjar bersama Dinas Lingkungan Kota Banjar meluncurkan “Gerakan Indonesia Bersih” di Taman Kota Lapang Bhakti Banjar dan Alun-alun Banjar, Rabu, 24 April 2019.
  Simbolis peresmian program tersebut, melalui pemasangan puluhan tempat sampah berlogo Kejaksaan dan Ikatan Adhyaksa Dharmakarini, serta operasi bersih (opsih) di sejumlah tempat strategis di Kota Banjar.
  Kepala Kejari Kota Banjar, Gunadi, SH.MH., didampingi Kasie Intel Kejari Kota Banjar, Ratno Timur Habeahan Pasaribu, SH., berharap, melalui peluncuran Gerakan Indonesia Bersih ini, mampu meningkatkan kebersihan dan kesadaran masyarakat agar tak membuang sampah sembarangan. “Banjar diharuskan memiliki Perda tentang sampah. Hal ini penting untuk mengatur agar masyarakat tak membuang sampah sembarangan, termasuk meminimalisir sampah plastik,” ujar Gunadi.
  Menurutnya, keberadaan sampah plastik itu berbahaya dan mengganggu kesuburan tanah. Berlatar itu, Kejari Kota Banjar mendukung Pemkot Banjar dan DPRD Kota Banjar segera menerbitkan Perda Kota Banjar tentang Larangan Penggunaan Plastik. “Penggunaan plastik sebaiknya dikurangi. Seperti kebiasaan di supermarket, warung-warung, tukang gorengan, tukang es dan pelaku usaha lainnya. Larangan dan sanksi pelaku pelanggaran, itu semua akan diatur dalam Perda Kota Banjar nantinya,” ucapnya.
  Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjar, Drs. H. Yoyo Suharyono M.Si., volume di Kota Banjar selama ini mencapai 30 ton per hari. Setelah melalui proses pemilahan sampah di TPS (Tempat Pembuangan Sementara), dikatakannya, volume sampah yang mencapai 30 ton per hari itu, berhasil dikurangi sekitar 10 ton. Termasuk didalamnya sampah plastik yang bisa didaur ulang. “Saat ini, sampah yang biasa dikirimkan ke TPA (Tempat Pembungan Akhir) berkisar 20 ton per hari,” ujarnya seraya menjelaskan, sampah plastik bisa lapuk, seperti bekas mie instan atau kopi, hancurnya menjadi tanah itu memerlukan waktu berkisar ratusan tahun.
Sumber     : Bidang Komunikasi Diskominfo Kota Banjar
Diunggah  : Bidang Informatika Diskominfo Kota Banjar, 2019

About Kominfo Banjar

Check Also

Diklat Teknis Manajemen Kearsipan

  Senin, 15 Juli 2019 bertempat di Aula Dispora Kota Banjar berlangsung acara Diklat Teknis …

Sosialisasi Aplikasi SP2D Online

Wakil Wali Kota Banjar, Nana Suryana, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan Sosialisasi Aplikasi SP2D Online Bagi Para …