Home / Berita Banjar / Gebyar Pameran Bonsai Tingkat Nasional Meriahkan Hari Jadi Kota Banjar

Gebyar Pameran Bonsai Tingkat Nasional Meriahkan Hari Jadi Kota Banjar

Ratusan pohon bonsai dengan nilai jutaan rupiah milik para pencinta tanaman bonsai dari berbagai penjuru tanah air ditampilkan dalam ajang Gebyar Pameran Bonsai Tingkat Nasional di kawasan Banjar Water Park (BWP), Kota Banjar, Minggu, 23 Februari 2020.
Peserta yang berasal dari 40 kabupaten/kota di tanah air, seperti Bandar Lampung, Bali, Mojokerto, Palembang, Semarang, Jakarta dan kota lainnya turut ambil bagian dalam pameran bonsai yang merupakan rangkaian kegiatan Hari Jadi Kota Banjar ke-17.
Ketua Pengurus Persatuan Bonsai Indonesia (PPBI) Kota Banjar, yang juga Wakil Wali Kota Banjar, H. Nana Suryana, mengaku bangga bangga karena event tersebut dihadiri pula oleh Ketua PPBI tingkat nasional. Selain itu, pihaknya juga merasa bangga karena berhasil menyelenggarakan pameran bonsai kategori prospek sampai kategori kelas bintang.
“Kita konsisten menyelenggarakan agenda sampai tingkat bintang, dan para event ini merupakan yang terbesar semenjak diadakan pameran,” tutur Wakil Wali Kota.
Melalui event-event besar berskala nasional, beliau berharap Kota Banjar memiliki magnet tersendiri sehingga bisa menarik para pengunjung dan minat para investor untuk datang ke Kota Banjar. “Selain menawarkan wisata, kita juga membicarakan bisnis dan investasi. Semoga ke depan banyak event dengan konsep yang berbeda, sehingga Banjar ramai dikunjungi,” katanya.
Peserta pameran bonsai asal Cikarang, H. Oman Basuni, mengatakan, butuhkan keuletan dan kesabaran ekstra tinggi untuk merawat bonsai hingga bernilai estetik dan bernilai jual tinggi. Dalam memilih jenis pohon pun tidak sembarangan, karena tanaman yang dijadikan bonsai harus tanaman yang memiliki performance menarik, dan mengikuti perkembangan tren atau mode. “Air dan suhu udara harus diatur karena itu sangat berpengaruh pada bonsai, pupuk pertumbuhannya juga ada buat merawat daun. Intinya harus tekun,” terang Oman.
Peserta asal Pemalang, Ranto, menambahkan, untuk perawatan semua punya teknik dan pengalaman masing-masing. Tapi pada umumnya perawatan yang pokok itu tentang penggantian media tanah, serta perawatan dari batang sampai berdaun. Selain itu, pemupukannya juga diatur. Adapun perawatan daun akibat rontok, menurut Ranto, hal itu bisa disebabkan karena faktor cuaca, atau bisa juga faktor hama saat pergantian musim. “Kalau hasil sampai jadi, itu tergantung kemampuan orangnya, dan yang terpenting soal perawatan,” kata pria asal Pemalang tersebut.

Sumber     : Bidang Komunikasi Diskominfo Kota Banjar
Diunggah  : Bidang Informatika Diskominfo Kota Banjar, 2020

About Kominfo Banjar

Check Also

Update Data Covid-19 Kota Banjar

Sumber     : Tim Terpadu COVID-19 Crisis Center Kota Banjar Diunggah  : Bidang Informatika Diskominfo Kota …

Antisipasi Pergeseran Tren Pariwisata Dunia Selepas Pandemi

Tren pariwisata dunia diprediksi akan berubah selepas pandemi Covid-19 berlalu. Ke depannya, persoalan mengenai kesehatan, …