Home / Berita Banjar / Apel Kesiapan Penegakan Disiplin Covid-19 Kota Banjar

Apel Kesiapan Penegakan Disiplin Covid-19 Kota Banjar

Kebijakan Gubernur Jabar terkait aturan pelanggaran protokol kesehatan yang tidak pakai masker harus bayar denda Rp. 150.000, dinyatakan tidak akan diberlakukan di Banjar saat Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) yang resmi diperpanjang sampai 29 Agustus 2020 mendatang. Keputusan resmi sanksi denda tak berlaku di Banjar tersebut ditegaskan saat “Apel Kesiapan Penegakan Disiplin Covid-19 Kota Banjar” di halaman Pendopo Kota Banjar, Jumat, 7 Agustus 2020. Ketua dan Wakil Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Banjar, Hj. Ade Uu Sukaesih dan H. Nana Suryana, tidak akan memberlakukan denda  karena tidak ingin membebani masyarakat.
Menurut Wali Kota Banjar, penegakan disiplin Covid-19 di Kota Banjar terhadap yang tidak memakai masker, hanya bersifat teguran dan sanksi sosial saja. “Terbukti tak memakai masker, masih melanggar protokol kesehatan, maka tahap selanjutnya KTP milik pelanggar itu dibawa Tim Gugus Tugas Covid-19,” ujarnya.
Wakil Wali Kota Banjar mengatakan, bahwa pengambilan KTP pelanggar protokol Covid-19 itu sebagai sanksi terekstrim. “Kebijakan lokal Banjar yang diberlakukan hanya sanksi administrasi saja, tidak ada sanksi materi atau bayar denda. Berlatar pertimbangan situasi ekonomi masyarakat lagi sulit dan tidak mau membebani masyarakat,” ujarnya.
Sanksi adminisitrasi itu diberlakukan terhadap pelanggar yang bersifat individu dan pelaku usaha. Menurutnya, protokol kesehatan yang harus ditaati tempat usaha ini, berlaku kepada pemilik, karyawan dan pengunjung. Selain harus bermasker, dikatakan dia, diharuskan menyediakan tempat cuci tangan dan hand sanitizer serta selalu jaga jarak.
Kepala Pelaksana BPBD Jabar, Dani Ramdan, AKB melalui 3 M. Yaitu, memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dinilai lebih efektif dibandingkan lockdown. “Pemberlakuan lockdown itu berdampak negatif terhadap perekonomian,” ujarnya. Untuk saat ini, dijelaskan dia, kasus Covid-19 di Kota Banjar masuk kategori terendah di Jabar. Sementara, tertinggi kasus Covid-19 Jabar saat ini adalah Depok.
“Kasus Covid Jabar terbanyak berkelamin laki-laki mencapai 58,6 persen. Begitu juga yang meninggal, laki-laki terbanyak mencapai 69,4 persen,” ujarnya.
Kegiatan ini dihadiri oleh Wali Kota Banjar, Hj. Ade Uu Sukaesih, dan Wakil Wali Kota Banjar, H. Nana Suryana, Kepala BPBD Provinsi Jawa Barat, Kapolres, Ketua DPRD, Kajari,  Ketua PN, Dandim, para Kepala OPD serta tim pelaksana operasi dari TNI, Polri , Dishub, BPBD, dan Satpol PP.

Sumber     : Bidang Komunikasi Diskominfo Kota Banjar
Diunggah  : Bidang Informatika Diskominfo Kota Banjar, 2020

About Kominfo Banjar

Check Also

Wali Kota Hadiri World Contraception Day

Kamis, 17 September 2020, bertempat di Klinik PKU Muhammadiyah, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana …

Update Data Covid-19 Kota Banjar

Sumber     : Gugus Tugas COVID-19 Kota Banjar Diunggah  : Bidang Informatika Diskominfo Kota Banjar, 2020 …