Home / Berita Banjar / 25 Pasangan Ikuti Isbat Nikah Massal Gratis

25 Pasangan Ikuti Isbat Nikah Massal Gratis

   Sebanyak 25 Pasangan mengikuti Sidang Isbat Nikah Massal Gratis di Aula Setda Kota Banjar, Selasa, 28 Agustus 2018. Isbat nikah merupakan program yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Banjar untuk membantu masyarakat, khususnya yang belum mendapatkan buku nikah, karena bagi masyarakat yang sudah menikah secara agama dan mempunyai anak, tidak bisa membuat akta kelahiran, karena tidak mempunyai buku nikah.
   Hadir dalam acara tersebut Wali Kota Banjar, Ketua DPRD Kota Banjar, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, Sekda Kota Banjar, para Kepala OPD, Ketua Pengadilan Agama, Kepala Kantor Kemenag, MUI Kota Banjar, para Alim Ulama, para Kepala KUA, Pemohon Isbat Nikah, Kepala Desa, Lurah dan Camat, serta perwakilan Amil dan undangan lainnya.
   Ketua Pengadilan Agama Kota Banjar, Fachrurazi, S.Ag, M.Hi mengatakan pihaknya selalu berkomitmen membantu masyarakat, karena masih ditemukan perempuan hamil di luar pernikahan yang tentu saja tidak tercatat di KUA,  ” mereka menikah namun tidak terdaftar,” katanya.
   Dia menambahkan bahwa pernikahan yang tidak terdaftar secara resmi, maka ketika mempunyai anak tidak bisa dibuatkan akta kelahiran, karena salah satu persyaratan untuk membuat akta kelahiran harus melampirkan buku nikah. Salah satu bukti sudah menikah adalah mempunyai akta nikah. “apabila tidak mempunyai akta dan ketika mempunyai anak ingin diakui secara hukum, maka tidak bisa,” terangnya, sehingga dengan adanya pelayanan terpadu yang melibatkan Kemenag, KUA dan Disdukcapil untuk mengeluarkan buku nikah, sehingga masyarakat bisa terbantu. Usianya bervariatif, dari mulai yang paling muda hingga yang paling tua. Dia juga menyebutkan bahwa diantara mereka ada yang sudah nikah siri selama bertahun-tahun, bahkan, rata-rata sudah memiliki anak dan cucu.
   Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Moch. Aan Suparan SH,M.Si mengatakan bahwa mereka yang mengikuti sidang isbat nikah berasal dari keluarga kurang mampu, mereka sudah melaksanakan akad nikah tapi belum mendapatkan buku nikah sehingga belum sah dimata hukum, adanya sidang isbat nikah atau pengesahan nikah muslim yang dilaksanakan oleh Pemkot Banjar tersebut bekerjasama dengan Kantor Pengadilan Agama dan Kantor Kementerian Agama Kota Banjar. Acara ini sebagai upaya mensukseskan semua program kependudukan, karena bila tidak melakukannya, maka anaknya yang menjadi korban. ” Kalau sudah isbat nikah maka akan diterbitkan buku nikah yang nantinya juga dapat dipergunakan untuk membuat akta kelahiran anak, Kartu Identitas Anak (KIA) dan dokumen kependudukan lainnya.
   Sementara itu Wali Kota Banjar, DR. Hj. Ade Uu Sukaesih mengatakan bahwa merupakan kewajiban pemerintah untuk membantu masyarakat dalam memenuhi hak-haknya untuk memiliki dokumen kependudukan, karena kalau tidak ada buku nikah maka akan sulit menerbitkan akta kelahiran anak dan administrasi lainnya yang memerlukan buku nikah, makanya ini sangat penting sekali.
Sumber        : Bagian Humas Setda Kota Banjar
Diunggah     : Bidang Informatika Diskominfo Kota Banjar, 2018

About Kominfo Banjar

Check Also

UPACARA HARI KESADARAN NASIONAL & APEL GABUNGAN SERTA PENGAMBILAN SUMPAH DAN PELANTIKAN PEGAWAI NEGERI SIPIL FORMASI BIDAN PTT DAN PENYULUH PERTANIAN DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KOTA BANJAR TAHUN 2018

   Senin, 17-09-2018 berlangsung Acara Upacara Hari Kesadaran Nasional & Apel Gabungan serta Pengambilan Sumpah …

SEPEDA NUSANTARA ETAFE MANDALAREH

   Minggu, 16 September 2018 benar-benar menjadi hari yang bahagia bagi masyarakat Kota Banjar, khususnya …