Home / Banjar Hari Ini / NASKAH DEKLARASI DAMAI OJEK PANGKALAN DENGAN OJEK ONLINE

NASKAH DEKLARASI DAMAI OJEK PANGKALAN DENGAN OJEK ONLINE

  Hadirnya ojek maupun taksi online di Kota Banjar sempat mendapat pertentangan dari ojek dan angkutan umum konvensional. Bahkan puluhan ojek konvensional, tukang becak dan sopir angkot, pernah menggelar aksi menolak keberadaan angkutan umum berbasis online tersebut.
  Untuk mengantisipasi terjadinya gesekan, Pemkot Banjar dan Polres banjar mempertemukan perwakilan ojek online dan konvensional di ruang Rapat Setda  Kota Banjar beberapa waktu lalu. Pertemuan itu dipimpin langsung Wali Kota Banjar, DR. Hj. Ade Uu Sukaesih, M.Si dan Kapolres Banjar,AKBP. Matrius S.Ik, sementara pihak lain yang hadir di antaranya Kepala Dinas Perhubungan Kota Banjar, Ide Suhendar. Selebihnya adalah undangan yakni dari manajemen Grab, perwakilan dari ojek Grab dan  perwakilan ojek konvensional.
   Setelah melalui diskusi panjang, akhirnya puluhan perwakilan ojek pangkalan dan ojek online mencapai kesepakatan dalam bentuk deklarasi damai. Salah satu poin naskah deklarasi, keduanya sepakat untuk saling menjaga batas teritorial yang diperbolehkan untuk mengambil penumpang. “Adanya ojek online yang sudah mulai berkembang di Kota Banjar  menjadi perhatian khusus bagi Polres dan instansi terkait. Kita tidak menginginkan, konflik antara ojek pangkalan dengan ojek online yang terjadi di beberapa kota, terjadi disini, untuk itu Kapolres bersama Dinas Perhubungan akan memberikan ruang bagi mereka untuk bertukar pendapat,  “Setelah sempat terjadi perdebatan sengit di antara keduanya, akhirnya mereka sepakat berdamai yang langsung dituangkan dalam naskah deklarasi damai,” katanya.
   Sejumlah komitmen akhirnya disepakati kedua belah pihak yang dituangkan dalam deklarasi damai yang diikrarkan pada Kamis, 30 Agustus 2018 di Alun-Alun Kota Banjar, pukul 09.00 pagi. Hadir dalam acara tersebut Wali Kota Banjar, Kapolres, Kadishub, Kasatlantas serta perwakilan ojek online dan konvensional. Sesuai Naskah Deklarasi ada batas territorial yang diperbolehkannya mengambil penumpang oleh ojek online yaitu boleh mengambil penumpang dengan radius 300 meter dari ojek pangkalan dan  pembatasan jumlah armada online yaitu 20 unit  roda empat dan 50 unit roda dua, serta penggunaan atribut transportasi online sebagai cerminan pengawasan.
   Wali Kota Banjar siap memfasilitasi ketersediaan BBM jenis premium bagi angkutan umum, berkecukupan dan konsisten pada SPBU terdekat dengan pusat layanan transportasi, penertiban penggunaan aplikasi layanan transportasi berbasis online di wilayah Kota Banjar, serta melakukan penataan transportasi  perkotaan yang bermaslahat untuk seluruh umat.
   Sementara Kapolres Banjar juga siap melakukan operasi penertiban secara berkala terhadap keberadaan kendaraan pribadi yang dipergunakan sebagai angkutan umum sesuai aturan yang berlaku, memberikan tindakan hukum bagi yang melanggar aturan, serta memberikan pembinaan terhadap transportasi masyarakat demi terjaganya suasana kamtibmas yang kondusif.
Sumber        : Bagian Humas Setda Kota Banjar
Diunggah     : Bidang Informatika Diskominfo Kota Banjar, 2018

About Kominfo Banjar

Check Also

UPACARA HARI KESADARAN NASIONAL & APEL GABUNGAN SERTA PENGAMBILAN SUMPAH DAN PELANTIKAN PEGAWAI NEGERI SIPIL FORMASI BIDAN PTT DAN PENYULUH PERTANIAN DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KOTA BANJAR TAHUN 2018

   Senin, 17-09-2018 berlangsung Acara Upacara Hari Kesadaran Nasional & Apel Gabungan serta Pengambilan Sumpah …

SEPEDA NUSANTARA ETAFE MANDALAREH

   Minggu, 16 September 2018 benar-benar menjadi hari yang bahagia bagi masyarakat Kota Banjar, khususnya …