Home / Berita Nasional / Pemerintah Mantapkan Sarana Transportasi Mudik 2017

Pemerintah Mantapkan Sarana Transportasi Mudik 2017

137-a-pemerintah-mantapkan-mudik-2017Jakarta, Kominfo – Menghadapi persiapan mudik Lebaran 2017, pemerintah melalui Kementerian Perhubungan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, serta Kepolisian RI saling berkoordinasi memantapkan sarana dan prasarana transportasi demi menciptakan mudik yang aman dan nyaman bagi masyarakat. Kesiapan di bidang sarana dan prasarana transportasi ini merupakan salah satu dari tiga hal yang ditekankan oleh Presiden Joko Widodo pada saat Rapat Kabinet Paripurna Persiapan menghadapi Lebaran di Bogor, akhir Mei lalu.

      Salah satu upaya Kemenhub dalam menyiapkan persiapan menjelang mudik Lebaran 2017 adalah dengan memastikan seluruh moda transportasi yang akan digunakan pemudik berada dalam kondisi siap.

     “Kita punya moda transportasi darat, laut, udara, kereta api. Supaya moda ini bisa beroperasi dengan aman, kita lakukan ramp check, pemeriksaan seluruh moda transportasi yang akan digunakan,” ujar Dirjen Perhubungan Darat, Pudji Hartanto, saat Diskusi Media Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) di Galeri Nasional, Jakarta, Jumat (02/06/2017).

    Kemenhub juga menambah moda transportasi yang akan digunakan untuk mudik gratis sebagai alternatif untuk mengurangi pemudik yang menggunakan transportasi motor. Kebijakan dari Menteri Perhubungan, lanjut Pudji, adalah bagaimana Kemenhub dapat melayani masyarakat supaya betul-betul aman. “Mudik gratis ditawarkan kepada pemudik yang menggunakan sepeda motor. Salah satu yang jadi penekanan ialah mengurangi mudik lebaran dengan sepeda motor,” jelasnya.

     Pudji menekankan bahwa upaya pengurangan ini bukan dalam artian pemerintah melarang pemudik dengan sepeda motor, namun lebih kepada himbauan agar pemudik sebisa mungkin mengurangi mudik menggunakan sepeda motor.

     Sementara itu Kementerian PUPR juga turut berupaya meningkatkan pelayanan infrastruktur jalan pada arus mudik lebaran. Untuk mengantisipasi titik rawan kemacetan yang terjadi akibat lintasan sebidang kereta api (KA) selepas exit tol Brebes Timur, sejak awal tahun 2017 Kementerian PUPR telah membangun 4 flyover yaitu Fly Over (FO) Dermoleng, Klonengan, Kesambi dan Kretek di Kabupaten Brebes dan Tegal, Jawa Tengah (Jateng).

     Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Herry Trisaputra Zuna mengatakan bahwa pada ruas tol yang operasional, Badan Usaha Jalan Tol juga menyiapkan parking bay sebagai tambahan menunjang rest area utama. Namun perlu diperhatikan bahwa parking bay tersebut diutamakan sebagai tempat pemberhentian sementara demi mengurangi penumpukan, bukan untuk digunakan sebagai tempat istirahat dalam waktu yang lama.

   Herry juga menghimbau kepada masyarakat agar melakukan transaksi tol dengan menggunakan uang elektronik sehingga transaksi dapat lebih cepat dan efisien, apalagi BUJT akan menerapkan diskon 20 persen bagi para pengguna uang elektronik.

     Dalam kesempatan tersebut, Asisten Kapolri Bidang Operasi (Asops) Irjen Pol Unggung Cahyono juga memaparkan bahwa Mabes Polri bersama dengan Polda, Polres, dan Polsek, serta didukung oleh TNI dan berbagai kementerian terkait siap menyelengarakan Operasi Kepolisian Terpusat dengan sandi operasi Ramadniya 2017.

   “Polri akan lakukan operasi terpusat 16 hari, mulai dari 19 Juni hingga 04 Juli,” jelas Unggung.

     Ia juga mengingatkan jajaran Polda Jawa Tengah agar pengamanan arus mudik lebaran 2017 bisa lebih baik dibanding tahun sebelumnya. Menurut Irjen Pol Unggung, selama ini, jalur mudik di Pantura (Pantai Utara) menjadi prioritas utama Kepolisian untuk mengamankan dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat.

    “Kita akan koordinasikan dengan Polda terdekat untuk membantu mem-backup wilayah Pantura yang memang sudah menjadi rutinitas tahunan mudik lebaran di kawasan ini lebih padat dari wilayah lain,” ujar Unggung.

     Lebaran tahun ini, Kepolisian juga akan menempatkan personilnya yang akan berfungsi sebagai “wasit” di dalam dan luar jalan tol yang akan dilewati pemudik. Para “wasit” tersebut berwenang mengatur arus kendaraan, baik mengalihkan maupun menutup arus ke jalan alternatif agar arus kendaraan merata di jalur tol, Pantura, jalur tengah, dan jalur Selatan.

   “Tahun ini kita menempatkan wasit, satu Brigjen dan satu Kombes untuk mengatur kemacetan di Cipali, di KM 66 dan KM 71, untuk mengatur apakah lalu lintas masuk tol, lewat Pantura, atau lewat Selatan,” jelas Unggung.

 

Sumber        : kominfo.go.id

Diunggah     : Bidang Informatika Diskominfo Kota Banjar, 2017

About admin

Check Also

MONITORING & EVALUASI 10 PROGRAM POKOK PKK DI DESA RAHARJA

         Selasa, 26 September 2017 berlangsung acara Monitoring dan Evaluasi 10 Program …

Tinggalkan Balasan