Cetak ini Laman

PERTANIAN & TANAMAN PANGAN

   Pada tahun 2015, luas panen padi dan palawija Kota Banjar mencapai 6.894Ha, dengan rincian sebagai berikut: luas panen padi sawah mencapai 6.455 Ha atau sekitar 93,63 persen, padi ladang 3 Ha (0,04 persen) dan palawija dengan luas panen 436 Ha (6,33 persen).

   Hasil produksi padi dan palawija menunjukkan pelambatan selama kurun waktu 2013-2015 yaitu dari 50.749 ton pada tahun 2013 menjadi 47.237 ton pada tahun 2014, sedangkan tahun 2015 sebanyak 42.863 ton.

   Rata-rata produksi per hektar padi sawah melambat yaitu mencapai 6,3 ton di tahun 2014, dibandingkan tahun 2013 yang mencapai 6,5 ton per hektar. Sedangkan untuk padi ladang rata-rata hasil per hektar mencapai sebesar 5,02 ton di tahun 2014 meningkat dibandingkan kondisi tahun 2013 yang mencapai sebesar 4,22 ton per hektar. Sedangkan pada panen palawija, luas panen komoditi ubi kayu paling luas dibanding komoditi lainnya yaitu mencapai 168 Ha atau 26,54 persen dari luas panen seluruh komoditi palawija, dengan tingkat produksi mencapai 18,69 ton per hektar dan meningkat dibandingkan  pencapaian tingkat produksi tahun 2013, yaitu sebesar 16,84 ton per hektar.

  Bila dilihat per kecamatan, data tahun 2014 menunjukkan hasil pro­duksi padi sawah di Kecamatan La­ngensari paling besar kontribusinya terhadap produksi padi sawah Kota Banjar, yaitu mencapai sebesar 44,41 persen. Dengan Iuas panen padi sawah Kecamatan Langensari sebesar 2.917 Ha, mampu menghasilkan produksi sebesar 18.660 ton gabah, dengan tingkat produksi mencapai 6,4 ton per hektar. Berikutnya Kecamatan Pata­ruman menjadi pemasok ke dua terhadap produksi gabah yaitu sebesar19.864 ton (23,48 persen), dengan tingkat produksi mencapai sebesar 6,4 ton per hektar. Kemudian disusul oleh Kecamatan Purwaharj a yang mencapai sebesar 6.831 ton (16,26 persen) dan Kecamatan Banjar yang mencapai sebesar 6.657 ton (15,81 persen).

  Produksi padi ladang dihasilkan oleh Kecamatan Pataruman, Keca­matan Langensari dan Kecamatan Purwaharja dengan luas panen galuas 51 Ha dan menghasilkan produksi gabah sebanyak 256 Ton. Kecamatan Langensari menyumbang kontribusi terbesar dengan luas panen 20 Ha mem produksi sebanyak 124 ton gabah.

   Komoditi pertanian lainnya se­perti sayuran, buah-buahan, tanaman hias dan tanaman obat-obatan, juga ada di Kota Banjar. Komoditi sayuran, tercatat pada tahun 2014 komoditi ketimun merupakan komoditi yang paling banyak di hasilkan yaitu mencapai 5.045 Kwintal dari panen sebanyak 81 Ha. Sementara produksi paling sedikit di tahun 2014 adalah komoditi labu slam yang menghasilkan 44 Kwintal dari luas panen 2 Ha.

    Sementara pada kelompok buah­-buahan, komoditas pisang merupakan komoditi yang paling banyak dihasilkan pada tahun 2014 yaitu mencapai 99.172 kwintal. Sedangkan komoditi yang paling sedikit produksinya adalah manggis yaitu hanya sebanyak 7 kwintal saja.

    Komoditas pertanian lainnya yang tidak kalah penting dalam kontri­busi nya terhadap sektor pertanian ya­itu tanaman obat-obatan. Tercatat luas tanaman obat-obatan di Kota Banjar seluas 47.249 M2 yang ditanami sebanyak 6 komoditi tanaman obat­obatan. Tanaman jahe, kunyit, laos/ lengkuas dan kapolaga merupakan tanaman obat-obatan yang memiliki produksi besar. Tercatat tanaman kunyit menghasilkan produksi terbesar sebanyak 33,8 ton. Kecamatan Pataruman memberi kontribusi terbanyak terhadap produksi tanaman kunyit ini yaitu sebanyak 28,1 ton dengan luas panen 14.908 M2.

 

Sumber      : Banjar Dalam Angka Tahun 2016

(Diunggah : Bidang Informatika Diskominfo Kota Banjar, 2017)

Tautan permanen menuju artikel ini: http://banjarkota.go.id/pertanian-tanaman-pangan/

Tinggalkan Balasan