Home / PENDIDIKANpage 2

PENDIDIKAN

 

Salah satu peran sentral pendidikan adalah menghasilkan kualitas sumber daya manusia yang unggul dan kompeten yang berlandaskan iman dan taqwa. Oleh karena itu, perkembangan kualitas pendidikan tidak hanya dilihat dari sarana dan prasarana yang tersedia tetapi juga dilihat pada implimentasi outputnya di lingkungan masyarakat.

Jika mencermati perkembangan sarana pendidikan di Kota Banjar cenderung relatif memadai, walaupun di tahun 2010 masih ditemukan ruang kelas yang mengalami rusak berat baik di tingkat SD, SMP dan SMA. Di SD negeri misalnya, dari sebanyak 582 ruang kelas yang ada di jenjang pendidikan tersebut kurang dari 1 persen saja yang mengalami rusak berat, dan 10,82 persen mengalami rusak ringan. Jika dibandingkan dengan data keadaan tahun 2009, tingkat kerusakan ruang kelas kategori berat di SD Negeri berkurang jauh, yaitu dari sebesar 11,38 persen di tahun 2009 menurun menjadi sebesar 0,34 persen di tahun 2010. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pembangunan/ pemeliharaan sarana ruang kelas di jenjang pendidikan SD sudah mendapat perhatian yang serius dari pemerintah.

Di jenjang SMP baik Negeri maupun Swasta masih tercatat sekitar 4,74 persen ruang kelas mengalami rusak berat dari total 211 ruang kelas yang tersedia di tahun 2010. Jika dibandingkan keadaan 2009, kondisi ruang kelas di SMP Negeri dan Swasta pada tahun 2010 perlu mendapat perhatian karena kondisi ruang kelas rusak berat bertambah. Kondisi tersebut.

Sementara di SMA Negeri dan Swasta, ruang kelas yang rusak berat, Rusak ringan di tahun 2010 sudah tidak ada lagi. Hal ini sangat menggembirakan bagi proses belajar mengajar yang nyaman dan memadai.

Dengan adanya program skema role sharing rehab sekolah antara pemerintah pusat dan daerah yang dilaksanakan selama beberapa tahun terakhir, diharapkan dalam waktu tidak lama semua sekolah di Kota Banjar mampu memberi pelayanan terbaik bagi semua anak usia sekolah, sebagaimana dicita-cita program pendidikan untuk semua (PUS) yang dewasa ini gaungnya semakin meluas. Menjadi tantangan semua stakeholder pendidikan untuk menyukseskan program tersebut, apalagi dengan kuatnya komitmen pemerintah saat ini yang secara bersungguh-sungguh terus mengalokasikan dana minimal 20 persen bagi dunia pendidikan.

Salah satu upaya penting meletakkan pondasi kuat bagi kemajuan kualitas SDM adalah digalakkannya program pendidikan anak usia dini (PAUD). Kota Banjar merupakan salah satu daerah yang dianggap berhasil melembagakan PAUD hingga mencapai dusun.

Menurut data Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kota Banjar, pada tahun 2010 jumlah lembaga PAUD mencapai 154 buah yang tersebar di berbagai dusun di tiap kecamatan di Kota Banjar. Di Keca-matan Banjar misalnya, jumlah lemba-ga PAUD mencapai sebanyak 43 buah dengan jumlah dusun sebanyak 32 dusun. Artinya, terdapat beberapa dusun di kecamatan tersebut yang memiliki lembaga PAUD lebih dari 1 buah. Kondisi serupa  terjadi pula di kecamatan lainnya.

Yang membanggakan, jumlah warga belajar di lembaga PAUD relatif cukup besar, yaitu mencapai sebanyak 7.462 orang atau hampir separuh anak usia balita di Kota Banjar memasuki lembaga PAUD.  Sedangkan jumlah tutor PAUD mencapai sebanyak 633 orang yang berlatar pendidikan bera-gam, dari mulai SD hingga perguruan tinggi ikut  terlibat membesarkan PAUD di Kota Banjar.

Tinggalkan Balasan