«

»

Cetak ini Pos

Mensos : Dampingi Anak dalam Bermedia Sosial, Saring sebelum Sharing

128-mensos11JAKARTA – Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan orangtua harus memberikan edukasi kepada anak saat mengakses media sosial. “Tidak boleh tidak, harus dimonitor betul. Tegaskan kepada anak untuk menyaring berbagai informasi terlebih dahulu sebelum kemudian sharing atau membagikannya di media sosial,” katanya.

        Khofifah mengungkapkan tidak semua pesan yang diterima harus dibagikan kepada lain. Orangtua perlu mengajarkan kepada anak-anak agar menimbang apakah informasi tersebut bermanfaat atau tidak, perlu dibagikan atau tidak. Orangtua, lanjutnya, terus-menerus mengulang pesan bahwa ada proses cek dan ricek informasi sebelum membagikannya ke media sosial. Dengan demikian pesan tersebut akan tertanam di benak anak-anak.

       “Maka setiap kali akan membagikan pesan maka akan terbangun kehati-hatian karena pasti akan masuk top of mind anak-anak bahwa ada pesan orang tua jangan buru-buru sharing sebelum disaring’,” kata Khofifah.

         Sebelumnya, beredar video viral aksi kekerasan sejumlah pria yang diduga anggota salah satu ormas terhadap PMA (15). Dalam video berdurasi 11.22 menit tersebut, memperlihatkan PMA diinterogasi dan sempat dipukul sekelompok orang. PMA diduga menyebarkan pernyataan di akun media sosial dan membuat sekelompok orang yang tidak sependapat dengannya marah.

      Menurut Khofifah, apa yang menimpa PMA akibat minimnya pemahaman bersangkutan yang notabene masih anak-anak terhadap berbagai isu sensitif di masyarakat. PMA belum bisa menyaring derasnya informasi yang beredar di media sosial.

128-mensos-2   “Anak-anak belum mengetahui dampak dari apa yang mereka tulis di media sosial maka saya berharap orang tua yang bisa lebih arif dapat memberikan pemahaman kepada anak agar mereka cerdas dan bijak bermedia sosial,” tambahnya.

     Sementara itu terkait PMA, Mensos mengungkapkan Kementerian Sosial bersama Tahir Foundation akan mengupayakan tempat tinggal baru bagi PMA. Biaya sekolah sejumlah saudara dari PMA yang sempat menunggak juga akan dibayarkan agar mereka bisa kembali bersekolah.

      “Paling tidak akan dicarikan kontrakan untuk jangka waktu dua tahun kedepan. Ibu PMA pun akan diberikan modal usaha,” ungkap Khofifah.

     Khofifah mengatakan, PMA dan keluarga tiba di Rumah Perlindungan Sosial Anak (RPSA) Bambu Apus, Jakarta, sejak hari Minggu, 4 Juni 2017. Setelah itu langsung dilakukan assesmen guna mengetahui kondisi psikis paska mengalami kekerasan.

   Hasil assesmen itu menjadi dasar bagi Tim Layanan Dukungan Psikososial dalam memberikan trauma healing dan trauma konseling kepada PMA dan keluarganya.

       Khofifah menuturkan, paling lama tiga bulan PMA dan keluarga berada di rumah aman milik Kementerian Sosial tersebut. Harapannya, paling lama satu bulan sudah dilakukan proses reintegrasi sosial, mereka bisa segera melakukan proses reintegrasi sosial dengan lingkungan masyarakat.

   “Saya berharap kehidupan mereka bisa segera kembali normal,” harap Khofifah Indar Parawansa.

 

Sumber        : presidenri.go.id

Diunggah     : Bidang Informatika Diskominfo Kota Banjar, 2017

Tautan permanen menuju artikel ini: http://banjarkota.go.id/pendidikan/mensos-dampingi-anak-dalam-bermedia-sosial-saring-sebelum-sharing/

Tinggalkan Balasan