LOMBA STORY TELLING

78-a-lomba-story-telling-2       Sebanyak 13 peserta mengikuti Lomba Story Telling tingkat SD/MI se-Kota Banjar yang digelar di halaman Kantor Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah (DKPD) Kota Banjar, Selasa (18/04/2017).

        Lomba yang mengusung tema “Dengan bercerita menumbuhkan kegemaran membaca dan kecintaan terhadap budaya lokal pada anak”, dibuka langsung oleh Wakil Walikota Banjar, H. Darmadji Prawirasetia, M.Kes.

           Kepala Bidang Perpustakaan  yang juga ketua panitia penyelenggara, Wawan Hernawan mengatakan, Lomba Story Telling merupakan agenda tahunan yang bertujuan untuk merangsang minat baca anak sekaligus menumbuhkan rasa cinta pada anak terhadap seni dan budaya lokal.

        Dalam kegiatan tersebut juga menampilkan kesenian sunda berupa kecapi suling dan ibing pencak silat dari perguruan Wangsit Buana. Hal ini bertujuan supaya anak-anak tahu terhadap seni tradisional sejak dini. “ Untuk juara pertama dalam Lomba Story Telling ini nantinya akan mewakili Kota Banjar di tingkat Provinsi Jawa Barat,” kata Wawan.

        Juara pertama dalam Lomba Story Telling tingkat Kota Banjar tahun 2017 ini diraih Dela Riska Livia, perwakilan dari SDN 3 Bojongkantong, Kecamatan Langensari, dengan poin 613. Sedangkan juara dua diraih M. Ziadatul K, dari SD Inspiratif Al Ilham Banjarkolot, Kecamatan Banjar, dengan memperoleh poin 590, dan juara tiga diraih oleh Hesti, dari SDN 1 Purwaharja, dengan jumlah nilai 560.

(Sumber       : Bagian Humas Setda Kota Banjar)

Diunggah     : Bidang Informatika Diskominfo Kota Banjar, 2017

Tautan permanen menuju artikel ini: http://banjarkota.go.id/kegiatan-walikota-wakil-walikota/lomba-story-telling/

Walikota Banjar Pimpin Langsung Kontingen Jawa Barat Pada Parade Budaya Nusantara TMII

77-a-tmii-177-b-tmii-5             Berdiri diatas Rajawali raksasa seperti cerita-cerita legenda, Walikota Banjar, Dr. Hj. Ade Uu Sukaesiah, M.Si menjadi pemimpin Laskar Garuda “Manuk Janur”, rajawali raksasa yang terbuat dari janur atau daun kelapa yang masih muda yang tampil di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, Minggu 16 April 2017. Walikota menguraikan panjang lebar tentang keterlibatannya sebagai satu-satunya Kepala Daerah yang turun langsung dalam perhelatan akbar tersebut memimpin kontingen Parade Budaya Nusantara Taman Mini Indonesia Indah Jakarta 2017 atas nama Provinsi Jawa Barat. “ Senang bisa memberi semangat dan bersama-sama para pengrajin seni serta berharap ini bisa  menjadi motivasi kepada semua anggota tim khususnya kepada para pelestari budaya bahwa kesuksesan itu perlu perjuangan,” jelasnya.

             “Mudah-mudahan ini bisa masuk nominasi juga, terserah saja mau dapat nomor berapa yang terpenting kita sangat menghargai kerja keras dari semua pihak yang sudah ikut berperan, berjuang dan mendukung kegiatan ini, mengabdi untuk tanah air, untuk kota Banjar, untuk Provinsi  Jawa Barat. Hadir bersamanya para pengrajin dari RT-RW, Karang Taruna, dan para seniman juga, ini semua menjadi kolaborasi yang bagus dalam sebuah karya seni yang bernama Manuk Janur. Keseriusannya dalam kegiatan ini tak lain agar bisa mengangkat nama Kota Banjar, yang baru berusia 14 tahun di kancah nasional. Juara bukan tujuan, tapi setidaknya ini akan menjadi motivasi bahwa desa juga bisa berkarya ” jelasnya.

         Sementara itu, Hendi, sang maestro yang kesehariannya staf di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan telah menyulap janur menjadi rajawali raksasa itu mengatakan, “Pada awalnya cerita ini berasal dari acara kesenian turun mandi, misalnya untuk hajatan sunatan. Itu yang disunat dibawa jalan keliling dengan menggunakan manuk janur.  Nah, konsep ini saya gunakan dengan tema hajat bumi, sama dengan kata “manuk” yang terbang tinggi, sedangkan janur ini perlambang kegembiraan. Ini sudah pernah dibawa ke Manju – Bandung, kemudian Garut dan ini yang ketiga di Taman Mini Indonesia Indah Jakarta,” tutupnya.

      Dengan mengusung tema Manuk Janur, Kota Banjar ingin menampilkan terbaiknya dikancah seni budaya nasional, namun pada Manuk Janur sebagai kendaraan yang ditumpangi Walikota Banjar itu memiliki sisi keunikan tersendiri. Selain memiliki makna filosofis yang tinggi, Manuk Janur jelmaan dari burung Dadali tersebut terbuat dari limbah kelapa. Dimulai dari bulu hingga paruh burung semua terbuat dari kelapa. Tingkat kesulitan penyusunan daun kelapa hingga membentuk sebuah burung memiliki daya spiritual yang tepancar dalam gagahnya burung tersebut. Usut punya usut, burung ini kerap dijadikan sebagai ritual sunatan anak yang telah mendarah daging dikalangan masyarakat Desa Cibeureum, Kecamatan Banjar. Masyarakat meyakini kalau Manuk Janur ini merupakan jelmaan dari Burung Garuda sebagai simbol negara Indonesia. Sehingga, mereka pun akan mengarak Manuk Janur ini dengan diberikan sesajen hasil bumi para petani.

        “ Mayoritas masyarakat Cibeureum, mata pencaharainya adalah petani. Hampir 60 persen dari total penduduk desa ini. Dalam suguhannya di TMII ini kami mengangkat Syukuran petani dengan membawa hasil bumi dan diarak menggunakan Manuk Janur jelmaan burung Garuda,” terang Kepala Desa Cibeureum, Yayan Sukirlan. Dia menambahkan bahwa nilai filosofis dari Manuk Janur memiliki makna sama dengan pohon kelapa, dari mulai akar sampai buah kelapanya semua dapat bermanfaat. Begitu pula dengan Manuk Janur ini, untuk mengingatkan pada manusia, agar hidupnya dapat bermafaat bagi sesama. “Itu alasan kami mengapa mengusung tema Manuk Janur dalam Karnaval ini,” imbuhnya.

 

(Sumber       : Bagian Humas Setda Kota Banjar)

Diunggah     : Bidang Informatika Diskominfo Kota Banjar, 2017

Tautan permanen menuju artikel ini: http://banjarkota.go.id/kegiatan-walikota-wakil-walikota/walikota-banjar-pimpin-langsung-kontingen-jawa-barat-pada-parade-budaya-nusantara-tmii/

Post sebelumnya «

» Post terbaru